Selasa, 14 Januari 2014

10 Cerita Pendek ( CERPEN )


CERPEN
( Cerita Pendek )

Cerita pendek 1 :

Liburan bersama keluarga ke Yogyakarta
Suatu hari pada saat usiaku 6tahun aku berlibur bersama keluargaku ke kampong halamanku yaitu Yogyakarta, daerah yang sangat sejuk indah, sejuk, dan kawasan yang tidak terlalu padat penduduknya seperti di ibukota Jakarta.
Aku pada saat itu pergi ke Yogyakarta menggunakan transportasi kereta api, transportasi yang sangat saya suka pada saat aku kecil, melewati pedesaan sawah yang sangat luas saat itu hatiku sangatlah gembira karna berlibur bersama keluargaku yang tercinta, 12 jam waktu lamanya sampai disana aku langsung bergegas ke kediamaan nenek dan kakek ku, disana saudara-saudara ku sudah menunggu kehadiranku, tiba disana sepupuku yang sama umurnya denganku langsung menghampiriku dan mengajak bermain tapi saat itu aku lelah sekali ingin sekali aku beristirhat tapi karna ini adalah kampong halamanku dan akupun disini tidak terlalu lama, ya aku sempatkan untuk bermain bersama saudara-saudaraku, aku diajak ke pertengahan sawah udaranya sejuk sekali aku sangat senang tinggal disana sangatlah senang. Itulah pengalaman liburanku pada masa kecilku

Cerita pendek 2 :

Cinta dan Kasih Sayangku Hanya Untukmu
“Hei.. Key” Ucap seorang pria yang membuat gadis manis ini terbangun dari lamunannya “Ohh… Andre kau menghancurkan lamunanku” Jawab Key dengan ketus karena merasa tidak rela dia dibangunkan dari lamunannya “Sorry.. mau kah kau memaafkan manusia ini, Key..?” Jawab Andre sambil memohon
“Ok.. baiklah dan ada angin apa kau datang menemuiku..?” Balas Key “Hmm.. aku ingin bicara serius padamu..” Ucap Andre dengan mimik muka serius yang membuat Key harus menatapnya “Hal serius apa yang ingin kau bicarakan padaku..?”
“Hmm.. kamu.. mau gak jadi pacarku..?” Tanya Andre dengan mimik wajah malu-malu “Mungkin dengan aku menerima cintanya aku bisa melupakannya” pikir Key “Baiklah Andre aku akan menerimamu menjadi pacarku” “Sungguh kau mau menerimaku Key..?” “Ya” Jawab Key dengan percaya diri
Seminggu hubunganku dengan Andre masih berlanjut. Aku duduk di suatu tempat melamunkan hubunganku ini dengan Andre, Andre sangat menyayangi dan mencintaiku dengan tulus. Tapi apakah aku juga menyayangi dan mencintai Andre dengan tulus, kupikir tidak karena cinta dan kasih sayangku ini hanyalah untuk mantanku. Ya, mantanku namanya Raka kami saling mencintai hingga,suatu saat Raka harus memutuskan hubungan ini tanpa alasan yang jelas.
Setelah hubunganku dengan Raka berakhir aku tak pernah melihatnya lagi. Aku telah mencari kemana-mana, tapi gak penah ketemu. Ya, akhirnya aku harus mengikhlaskan dia menjadi mantanku.
“Heiii” Ucap seorang wanita. “Oh.. kau Naoyung ada apa..?” “Tadi aku bertemu dengan Andre dan dia nitip salam katanya malam ini dia akan mengajakmu bertemu dengan temannya” “Ok.. Baiklah. Bilang padanya aku tunggu di rumah ku” Ucap Key sambil berlalu dikarenakan bel kelas telah berbunyi
Malamnya Andre menjemputku dengan mobilnya, dia mengajakku ke restoran di daerah kota Serang. Disana kami mengambil tempat di pojok, sambil menunggu teman yang diajak janjian datang. Aku dan Andre memesan makanan, selang beberapa menit kemudian datanglah teman Andre.
“Heii.. Andre” Ucap seorang cowok “Ehhh.. Angga kau datang terlambat seperti biasanya” Jawab Andre dengan antusias “Kenalin cewek gua Vanesa” “Haii Vanesa” “Andre” “Ehh iya kenalin juga nih cewek gua “.
Mendengar perkataan itu aku bangun dan disaat aku hendak berkenalan dengan teman Andre, aku terkejut mengetahui siapa teman Andre ternyata ia Raka spontan aku berkata “Raka” Orang yang aku panggil Raka dan dipanggil oleh Andre Angga itu pun menoleh. Aku melihat bahwa ia pun terkejut dipanggil Raka oleh ku “Ehh maaf” kataku sambil menunduk “Krys… Key” sambil mengulurkan tangan “Angga dan Vanessa” Jawab Angga sambil menjawab uluran tanganku. Malam itu kami makan bersama, banyak cerita seru disana tapi aku tidak menghiraukannya. Aku hanya menunduk dan menatap makanan yang kupesan sambil memainkan makanan tersebut. “Heii.. Key ayo kita pulang” Ucap Andre “Oh ayo” Kataku sambil berjalan duluan. Aku sampai di mobil duluan dibanding Andre.
Setelah masuk ke mobil dan siap pulang, aku sempat melihat bahwa Angga menatapku. Sesampainya di rumah kejadian ini pun langsung aku ceritakan kepada Nayoung.
Esoknya, setelah aku selesai kuliah, aku pergi ke toko buku untuk membeli novel. Disana tanpa sengaja aku menabrak seseorang “Oh maaf aku tidak sengaja. Maafkan aku” Ucap Key berkali-kali “It’s okay” jawabnya. Mendengar suaranya Key langsung mendongak. “Raka” “Eh Krystal. Lama tidak bertemu ternyata kau sudah dapat move on rupanya” “Maksudmu apa aku udah bisa move on dari kamu..?” “Karena kamu udah pacaran dengan Andre” “Terus kamu pikir dengan aku udah pacaran sama Andre artinya aku udah move on dari kamu gitu..? Enggak ya” kataku sambil berlalu.
Sebulan sudah aku dan Andre pacaran, namun aku tetap tidak pernah bisa mencintai dan menyayangi Andre. Hingga suatu saat “Terimakasih Andre karena telah menemaniku hingga larut begini” “Itu tak masalah” “Ya sudah kalau begitu aku masuk ke dalam dulu ya..” Ucapkan sambil berlalu.
Melihatku masuk ke dalam rumah. Andre pun pergi, sesampainya di rumah Andre langsung masuk ke kamarnya dengan buku berada di tangannya. Buku itu ia temukan di dalam mobilnya. Di dalam kamarnya, ia membaca buku itu yang ternyata adalah buku harian Key. Disaat membaca halaman demi halaman Andre melihat bahwa disetiap halaman itu ada banyak tulisan “RAKA”
Andre menjadi penasaran. Siapa sebenarnya Raka dan nama itu juga seperti nama yang tak asing lagi baginya. Setelah dia mengingat-ingat cukup lama. Akhirnya ia ingat bahwa nama itu pernah dikatakan Key untuk memanggil Angga. Tanpa berpikir Andre langsung mengambil handphonenya dan menekan nomor handphone Angga
Setelah menunggu lama Angga pun datang. “Ada apa Andre…?” tanya Angga “Aku ingin bertanya, apakah kau mengenal Raka” “Akulah Raka” “Kamu.. kamu Raka” “Iya.. memang kenapa…? Kamu kan tau nama ku itu adalah Raka Anggara” “Siapa saja yang memanggilmu Raka” “Yang memanggil dengan nama itu hanyalah mantanku yang sangat aku cintai dan aku sayangi hingga saat ini.” “Siapa nama mantanmu itu…?” “Krystal”
Esoknya, Andre mengajak ketemuan di tempat biasa, sesampainya aku disana. Aku melihat bahwa Andre disana tidak sendiri, ternyata dia bersama Angga. “Key kemari cepat” teriak Andre dengan keras “Apa yang dilakukan Angga disini..?” “Itu gak penting” Jawab Andre
“Okay, sebelum aku memberitahu alasanku membawa kalian berdua kemari, aku ingin bertanya kalian berdua sudah saling mengenal bukan..?” Mendengar jawaban itu aku dan Angga pun kikuk tak menjawab pertanyan itu “Hei jawab..!!!” “Hmm.. Iya kami berdua memang saling kenal..” “Bahkan kalian pernah pacaran bukan…?” “Iya” “Apakah kalian masih saling mencintai dan menyayangi” “Ya” Jawabku dengan Angga berbarengan “Kalian juga punya panggilan kesayangan bukan…?” “Ya aku memanggil dia Krystal dan dia memanggilku dengan sebutan Raka.”
“Ini alasan aku mengajak kalian kemari adalah untuk menjodohkan kalian” “Menjodohkan kami, tapi Andre aku masih menjadi pacarmu dan Raka pun masih memiliki Vanesa” “Aku sudah diberi tahu oleh Andre dan aku akan merestui hubungan kalian” Suara Vanessa dari belakang.
“Benarkah itu..?” Tanya Raka dengan senang “Itu benar” jawab Vanessa kembali dengan mantap “Akhirnya kita bisa kembali bersama..” Kata Raka sambil memelukku. Aku hanya bisa tersenyum, “Apakah kau mengingat janji kita?” Tanya Raka “Masih” jawabku “Mari kita baca bersama” “Ok”
“1… 2… 3 Cinta Dan Kasih Sayangku Hanya Untukmu Sehidup dan Semati” Ucap kami berbarengan sambil tersenyum bahagia.

Cerita pendek 3 :
EVERYTHING ABOUT YOU
Dear diary
“perlahan aku menjadi jatuh saat melihatnya, wajahnya mengalihkan duniaku, sehari aku tak melihat wajahnya serasa hatiku tak tenang. Okey cukup sampai sini puitisku.”
Namanya Diara, gadis berumur 17 tahun yang kini sedang merasakan jatuh cinta pada kakak kelasnya Dewa. Mereka juga tergabung dalam kelas jurnalis dan musik, yah bisa di bilang kisah cinta mereka dimulai dari seringnya bertemu.
“nad, kayaknya aku jatuh hati deh sama seseorang.” Ujar jujur Diara pada sahabatnya yang bernama Nada
“lo jatuh cinta? Sama siapa?” tanya Nada yang sangat terkejut.
“pada awan yang mendung tapi membawa pesona dan karisma.” Jawab Diara.
Nada menjadi bingung dengan jawaban Diara yang selalu puitis, “lo itu gak usah pakai bahasa kiasan deh, gue gak ngerti.”
Diara tak bicara satu kata pun ia hanya mengisyaratkan dengan senyuman khasnya,
“lo aneh! Suka pada orang gak mau ngasih tau gue.” Ujar kesal Nada.
“suatu hari nanti kamu pasti tahu.” Sahut Diara.
Di aula sekolah sedang ada latihan drama musikal, tak disengaja Dewa dan Diara datang dahulu sebelum semua datang di aula musik itu.
“kamu sudah datang?” sapa Dewa pada Diara sambil tersenyum manis.
“iya kak, yang lainnya mana?” tanya Diara sambil melihat sekeliling ruangan.
“nggak tahu, bagaimana kalau kita latihan dulu sambil menunggu mereka?” ajak Dewa.
Tanpa berkata apapun, Diara berjalan menuju panggung di depan. Di atas panggung Dewa duduk menghadap pianonya, Diara bersiap mengeluarkan suara emasnya. Lantunan melodi piano mengiringi suara Diara, mereka melantunkan lagu “A NEW DAY HAS COME”. Suara mereka sangat merdu dan indah.
“kamu banyak kemajuan Ra.”
“makasih kak, itu juga berkatmu.”
“yah meskipun begitu, tanpa usahamu kamu juga nggak akan berkembang.”
Mereka berdua saling menebarkan senyuman dan saling pandang satu sama lain. Tampak pandangan Diara pada Dewa seperti tak biasa.
“kak, boleh aku jujur?” ucap Diara yang tampak gugup.
“silahkan, emangnya mau jujur apa?”
“aku… aku… aku menyukaimu.” Diara berusaha jujur pada Dewa. Ekspresi Dewa sangat amat terlihat terkejut, ia memandang wajah Diara dengan pandangan bertanya-tanya. “Ra… itu?”
Sebelum Dewa melanjutkan ucapannya, Diara kembali bicara serta menjelaskan maksud ucapannya.
Satu tahun yang lalu, saat keramaian melanda kelas 11 IPA 3 tepat disana ada Diara yang sedang mencari seseorang, waktu itu Diara masih anak kelas 10. Disana tepat dengan Dewa yang berada di depan kelasnya. Tak sengaja saat itu Dewa menabrak Diara hingga jatuh ke lantai dan buku yang dibawanya berserakan di lantai. Terlihat ekspresi Diara sangat kesal.
“makanya kalau jalan lihat-lihat.” Ujar Dewa dengan laganya yang belagu banget.
“hah, setidaknya kamu minta maaf, kamu juga salah.” Sahut Diara dengan kesalnya sambil merapikan buku-bukunya.
Dewa hanya memandangnya sekilas, lalu ia pergi tanpa rasa bersalah. Kekesalan Diara mulai menjadi-jadi, tapi seakan itu mulai terobati dengan datangnya Angga anak kelas XII yang membantu Diara merapikan buku.
“sebaiknya kamu hati-hati, anak kelas atas emang seenaknya.” Ujar Angga
“aku mengerti, makasih kak Angga, aku duluan ya.” Sahut Diara.
Dalam hati Diara masih terbayang-bayang Dewa yang bersikap dingin padanya, rasa penasaran inilah yang terus melanda diri Diara tentang Dewa. Inilah awal Diara mulai mendekati Dewa, mulai dari masuk club musik sampai club jurnalis, ia terus masuk dimana Dewa sedang berada, sampai ia menemukan rasa penasarannya.
Rasa penasaran Diara mulai hilang dengan ia masuk di club musik bersama Dewa, penasaran itu terobati dengan sikap lembut dan pemerhati Dewa pada rekan-rekannya. Satu hal lagi, Diara terpilih menjadi salah satu pemeran di drama musikal yang berpasangan langsung dengan Dewa. Di atas panggung itu, Diara mulai merasakan perasaan yang berbeda pada Dewa, saat-saat beradegan mesra dengan Dewa dan saat bernyanyi bersama Diara menemukan sosok yang berbeda dalam diri Dewa ketika mereka bertemu pertama kali.
“saat itulah aku mulai menyukaimu, aku selalu berada di dekatmu agar kamu selalu melihatku, selama satu tahun ini aku tidak memberanikan untuk mengungkapkan. Tapi kali ini aku memberanikan untuk itu.” Jelas Diara
Dewa hanya bisa terdiam mendengar kejelasan yang sebenarnya, ia tak berkutik sama sekali. Terlihat raut wajahnya menunjukkan keterkejutan.
“ahhh, jadi begitu, kamu ikut ini karena aku.”
“awalnya aku hanya penasaran padamu, tapi setelah setahun ini aku bersamamu dan selalu memperhatikanmu, perasaan itu muncul. Maukah kamu menerima perasaan ini?” ujar Diara dengan rasa tulus.
“maaf, aku tidak bisa. Aku tak tahu apa yang harus ku katakan tapi kejujuranmu sudah mengkejutkanku.” Ucap Dewa yang masih sangat bingung.
“jadi tidak bisa ya, tidak perlu kamu pikirkan, aku hanya ingin jujur padamu. Itu saja. Makasih atas jawabannya.” Ujar Diara dengan perasaan kecewa.
“kamu pasti kecewa, tapi aku juga harus jujur. Dan inilah jawabanku.” Sahut Dewa dengan jawaban yang tegas.
Diara menghela napas sejenak, dengan mengangkat wajahnya dengan kepura-puraan Diara mengatakan tidak apa-apa dan memaparkan senyuman pada Dewa, Dewa juga membalas senyuman itu.
“kita masih bisa melanjutkannya lagi?” suasana yang tegang kembali normal dengan Diara membuka percakapan kembali.
“boleh…” Sahut Dewa.
Mereka melanjutkan kembali aktivitasnya, tak lama anak-anak yang lain sudah mulai berdatangan untuk berlatih dalam drama musical.
Diara hanya bisa menangis dalam hati dengan penolakan Dewa, tapi ia akan mengikhlaskannya dan berusaha membuang rasa itu. Di sepanjang perjalanan Diara terus saja memikirkan dan terbayang wajah Dewa sampai ia tak menyadari ada sosok Angga yang sedang mengikutinnya di belakang.
“woi!!!” kejut Angga sambil menepuk pundak Diara.
“ohw… Kamu.” Ujar Diara yang tampak sangat lesu.
“kenapa sih? Loyo banget kayak nggak punya tenaga gitu. Kayak bukan Diara gitu.” Sahut Angga yang merasa aneh dengan sikap Diara.
“kenapa pingin tahu banget… kepo deh mulai.” Sahut kesal Diara yang tampak tak bersemangat.
Tiba-tiba Angga menarik tangan Diara dan mengajaknya berlari lari sekencang mungkin. Tak peduli kendaraan berlalu lalang disana, Angga tetap nekat berlari bersama-sama dengan Diara. Diara yang awalnya terlihat lesu, kini menjadi ceria setelah mencoba berlarian sekencang mungkin. Kini perasaan Diara yang gundah seakan terobati dengan munculnya diri Angga.
“maksih ya kak, kamu udah bikin segala kegundahan seakan terobati meskipun itu hanya sesaat.” Ujar Diara
“nih minumlah pasti lelah. Kalau kamu lagi sedih atau apa coba saja berlari sambil olahraga pasti semua itu akan hilang dengan berjalannya waktu.” Sahut Angga sambil menyodorkan sebotol minuman yang dibelinya.
“nggak tahu kenapa, aku beruntung kenal kakak. Aku merasa damai jika selalu dekat kakak.” Ujar hati Diara.
“pulang yuk, aku anter.”
Mereka pun kembali pulang setelah berlarian seperti orang gila, kali ini mereka tidak berlari, tapi Angga yang saat itu membawa motor, ia membonceng Diara sampai rumahnya.
“apa beruntungnya hidup dalam pemikiran sempit, hati yang selalu tersakiti, hati yang terkhianati, sakit rasanya. Bagaikan teriris jarum yang tajam yang tak mau lepas. Aku tak mau hidup seperti itu menangis dan mengemis cinta yang hanya bisa kurasakan. Aku harus melupakannya, cinta yang hanya bersemayam selama 1 tahun lamanya tak terbalas secuil pun. Apa gunanya berharap hanya sekedar berharap.” Ujar hati Diara yang tampak sangat sedih.
Di malam yang dingin, Diara mendekat ke arah jendela, ia memandangi bintang-bintang bertaburan di langit. “seandainya aku bisa sepertinya, menyinari hatiku agar tak gelap karena cinta.”
Di malam itu, terdengar lirih suara dari arah pagar rumah Diara. Sosok Angga tampak berdiri memanggil Diara yang masih melamun di dekat jendela. Sekedar memandang wajah cantik dan rupawan, itu tujuan Angga datang menghampiri rumah Diara, tapi tujuan memang telah ditakdirkan oleh Tuhan memandangnya dari balik jendela. Tapi pandangannya seakan mengisyaratkan kegalauan dalam hatinya, membuat hati Angga seakan tak tenang.
“Ra… Ra…” panggil lirih Angga pada Diara.
Seperti sesorang ada yang memanggilnya, ia terbangun dari lamunannya. Dan mencari-cari keberadaan suara itu. Orang yang ia lihat Angga yang berdiri di balik pintu pagar rumahnya. Diara segera beranjak dari tempatnya menuju keluar rumah mengahampiri Angga di depan.
“apa yang kamu lakukan disini?” tanya Diara
“aku…? Mencerahkan sinar malam dengan jalan-jalan.” Sahut Angga dengan candaannya.
“masuk dulu, tapi kak Rafi sedang tak ada di rumah.” Ajak Diara
Mereka berdua masuk ke teras rumah Diara, sejenak Diara kembali ke dalam untuk membuat segelas minuman. Setelah itu Diara kembali ke teras, dalam jalannya ia mendengar suara petikan gitar yang indah dan suara yang merdu, ia segera mendekatinya ternyata suara itu berasal dari Angga yang sedang menyanyi dengan merdunya. Serasa suasana saat itu berubah menjadi suasana haru mendengar lagu Westlife “I WANNA GROW WITH YOU”, lagu itu membuat hati Diara semakin tersentuh, pas dengan suasana yang di inginkan Angga untuk menghibur Diara.
“I wanna grow with you…” suara Diara mengikuti suara Angga di akhir lagu.
“suara mu indah Ra…” puji Angga sambil menghentikan lantunan gitarnya.
“alunan musikmu juga indah dan musikmu merasuk perasaan yang mendengarnya.” Ujar Diara dengan menaburkan senyuman indah untuk Angga.
“how, kamu tersenyum. Nah gitu donk cantik lagi kalau kamu tersenyum, galau aja.” Goda Angga.
“ini minum dulu pasti kering tuh kerongkonganmu.” Sahut Diara mengalihkan ucapan Angga.
Sejak malam itu, Diara dan Angga tampak selalu bersama-sama. Apalagi Angga menjadi guru musik Diara untuk membantu Diara dalam pentas drama musikal sekolah. Tepat hari ini adalah pentas drama musikal sekolah diadakan, semua siswa-siswi serta alumni juga diundang dalam acara itu. Angga juga datang untuk menyaksikan Diara tampil, tapi ia sejenak menghampiri Diara di balik panggung. Di ruang make up Diara tampak tak tenang disana, sosok Dewa menghampiri diri Diara yang sendirian sebelum Angga tiba.
“sedaang apa kamu disini sendiri anak-anak sudah ada di belakang panggung?” tanya Dewa sambil tersenyum manis.
“aku… sedang berlatih disini, baiklah aku akan kesana.” Sahut Diara yang tapak gugup dan nervous.
Saat berjalan keluar, tiba-tiba kaki Diara keseleo sehingga hampir membuatnya jatuh. Untung saja Dewa segera memegangi tubuh Diara agar tak jatuh. Kejadian itu membuat mata keduanya saling bertemu dan memandang satu sama lain. Hal itu disaksikan oleh Angga yang berada di balik pintu ruang make up.
“kamu tidak apa-apa?” ujar Dewa yang tampak cemas
“tidak apa-apa, mungkin gara-gara grogi.” Sahut Diara sambil mencoba berdiri.
Angga yang tak tahan dengan kejadian itu, memutuskan untuk masuk menemui Diara. Dewa terkejut sosok Angga datang.
“Angga, sedang apa kamu disini?” tanya Dewa
“aku ada urusan sebentar dengan Diara.” Sahut Angga dengan berjalan mendekati Diara. Angga langsung saja menarik tangan Diara dan keluar dari ruang itu. Dewa sangat terkejut dengan tindakan Angga pada Diara. Angga dengan hati-hati membawa Diara ke belakang panggung, usai tiba mereka berhenti.
“ada apa sih kak, gak biasanya kakak bersikap seperti itu.” Ucap Diara
Tanpa mengeluarkan kata-kata, tangan Angga tiba-tiba memegang pipi Diara dengan mata penuh pandangan haru dan romantis.
“jangan bicara, dengarkan aku dulu.” Ujar Angga
Diara sejenak diam, Angga membisikkan sesuatu di telinganya. Sempat dengan mata melebar mendengar ucapan yang ia dengar dari Angga, Diara hanya diam dan mendengarnya. Sebuah kecupan datang menghiasi pipi Diara dari Angga. Tampak pipi memerah dan hidungpun memerah di wajah Diara.
“kumohon…” Ujar singkat Angga yang kemudian pergi.
Diara memandang langkah Angga hingga bayangannya tak terlihat lagi.
Pertunjukkan kini dimulai, Diara dan Dewa mulai memainkan perannya. Mereka adalah peran yang sangat ditunggu-tunggu dan penentu dari suksesnya pertunjukkan itu. Terlihat penampilan mereka sangat menagumkan saat mereka menyayikan sebuah lagu dari Celine Dion “a new day has come”, tampak Diara bernyayi dengan penuh perasaan dan penghayatan, begitu juga dengan Dewa yang menjadi lawan mainnya. Ada kalimat unuk mengakhiri pertunjukkan, “segala apapun yang kamu lakukan, aku menghargai semua itu, aku minta maaf tak bisa menerimanya, hatiku juga hancur, tapi cinta adalah segalanya yang tak harus dimiliki sendiri, kita harus membagi cinta itu. Suatu hari nanti kita akan bertemu my beautiful girl.” Ujar Dewa dalam drama.
“hanya satu kata untumu… I wanna wait you, everywhere, anytime, I want stayed for you. I promise.”
Adegan itu berakhir dengan Dewa memberikan sebuah kecupan manis di kening Diara. Semua penonton bertepuk tangan dengan penuh haru melihat drama yag sangat mengesankan.
Usai drama selesai, Diara segera berlari mencari seseorang di kerumunan orang disana. Tapi sosok Angga yang ia cari tak terlihat sama sekali. Kekecewaan terpancang dalam raut wajah Diara, tapi itu pupus dengan datangnya seseorang memberikan sekuntum bunga merah beserta sepucuk note. “aku menunggumu.”
Membaca surat itu, Diara segera berlari mencari keberadaan Angga. Sekencang mungkin ia berlari dengan berpikir keras dimana Angga berada, sampai ia tiba di taman tempat dimana Diara pertama kali mengenal Angga. Diara melihat sosok Angga berdiri membelakanginya dengan suasana yang begitu romantis, perlahan Diara mendekati Angga.
“kak…!”
“aku senang kamu datang.”
“ini…?”
“aku tak ingin membuat kesalahan yang sama untuk kedua kalinya, hanya diam menyaksikan apa yang akan menyakiti hatiku. Perih, jika hanya memandang wajahmu yang bersinar dari kejauhan. Dan hari ini aku ingin itu tidak akan terjadi, karena aku ingin jujur padamu. Aku… aku… menyukaimu.”
“kamu berharap aku akan menerimanya kan? Kamu belum tahu sepenuhnya aku. Aku tak seindah apa yang kamu bayangkan. Kamu tahu? Aku datang kesini, aku mencarimu aku tidak tahu apa yang kulakukan. Tapi dari kamu membisikkan itu padaku, aku terus berpikir, berpikir dan berpikir. Apa aku tepat untukmu? Itu yang kupikirkan.”
“cintaku buta padamu, dengan cinta buta itulah aku menghapus perasaan benci untukmu. Aku tahu kamu menyukai Dewa, kamu sedih karena Dewa menolakmu. Tapi aku percaya masih ada ruang untukku di hati kecilmu. Maka dari itu aku ingin maju dan mendapatkan hatimu, will you grow with me?”
Diara perlahan mendekati Angga hingga wajah mereka begitu dekat, tiba-tiba Diara memeluk erat tubuh Angga,” segalanya akan ku coba untuk tinggal.”. mendengar ucapan itu Angga sangat bahagia dan tak puasnya ia member ciuman di kening Diara.
Cerita pendek 4 :
Masa indah SMP
Hmm.. gimana yah dikerjain sama kaka kelas yang mukanya kaya jenglot, nyebelin, kepalanya bertanduk, baju dekil dan ditambah lagi sok sokan tuh kakak kelas mantan mafia kelas kakap.. *bayangkan..
Itulah yang gue alami sama angkatan dan sebelum gue, disuruh makan pasir lah, guling gulingan direl kereta api lah, sampe gue ngambilin bintang terindah buat mereka. *impossible banget. yang paling ngeselin tuh gue disuruh bawa matahari di atas salju (telor goreng sama nasi) tadi sih gue mau bawa beneran mataharinya plus tuh salju kalau perlu gue kasih bonus beruang kutub deh, ehhh niat itu pun gue batalkan.. soalnya gimana bawanya!! Pikir dong!, matahari kagak muat di tas gue, apalagi di bolongan hidung lu.. hadeehh.. And yang paling lebih mengenaskan gue disuruh bawa air kencing rasa jeruk (sirop rasa jeruk) aneh banget *AIR KENCING.. untung gue punya otak yang bisa dibilang otak selermun, kalau gue punya otak kayak si patrick yang ada di film spongebob mungkin dengan bodohnya gue bilang ke bokap..
“pah?” kata gue yang saat itu bokap lagi baca koran di teras.
“kenapa lin..?”
“pah alin boleh minta tolong gak..?”
“minta tolong apa?” bingung.
“keluarin t****nya, bentar aja”
Bokap gue langsung struk stadium akhir..
Udah disuruh bawa makanan and minuman kaya gitu, eh pas hari selasa anak anak kelas disuruh bawa cokelat, dikirain gue buat dimakan sama yang bawanya.. gak taunya buat dimakan sama mereka yang mirip jenglot, kalau gue dibilang sakit hati, SUMPAH GUE SAKIT HATI BANGET.. udah makan di depan muka kita, sok sokan tuh cokelat berubah jadi steak daging sapi panas rasa lada perancis (biar adek kelasnya ngiler gitu..) sumpah bete banget.. ehh tiba-tiba tak gue sangka, tes-tes-tes ILER gue jatuh , sumpah malu banget gue, langsung aja gue elap deh tuh si iler yang merajalela sampe ke ruang guru (sumpah lebay banget, and it’s me..) dan lebih parahnya lagi temen temen gue pada ngetawain gue sampe-sampe ada yang ususnya keluar ngelewatin bolongan kuping.. buset..
Kring.. kring.. kring.. bel istirahat berdenting..
Untung untung tuh bel tau waktu kalau enggak gue bisa mati karena malu,.. *terimakasih ya allah..
Saatnya makan..
Nyum nyum nyum enak nasi goreng rasa neraka, lagi enak enaknya menikmati makanan sedap gue, yang dibikin sama mak’nya si kunti, tak gue sangka ada kakak kelas yang nyamperin gue yang menginginkan harta berharga yang gue pegang, pas gue lihat dalam tempo yang sesingkat singkatnya, hmmm kayaknya gue kenal deh nih manusia, siapa yah? Berfikir berfikir, aha…! itu adalah kakak gue.
Oh iya gue belum cerita yah, jadi gini kakak gue yang cewek yang bernama zaza hanifah khalis sekolah di sekolah terlaknat ini.. makannya gue terkenal bak artis cantik nan imut yang datang dari negeri dongeng.. oke k*ncutkan eh maksud gue lanjutkan..
“lin bagi dong makanannya, mbak laper nih..” dengan tampang depresi tingkat internasional.
karena gue gak tega ngelihat tampang mbak gue, terpaksa deh nasi goreng spesial buat gue yang dibikin mbok’nya kunti gue relakan. Hiks..
“ya udah nih..” dengan menyodorkan nasi goreng itu pun gue nangis sambil tari saman.
“tumben baik..” kakak gue penuh tampang curiga takut gue kasih mercon ke nasi gorengnya.
“udah makan aja dari pada gue ambil lagi..”
“hehe…” ketawa laknat.
Tiba tiba 25 menit kemudian, tak gue sangka tempat makan gue hanya tersisa cabe sama bonusan sendok doang, ini disitu gue mulai depresi, seandainya dekat gue ada gergaji ingin rasanya ku potong jari yang menempel di tubuh ini, gak tau kenapa..
“nyum nyum enak yah lin”
“enak sih enak tapi gak usah kesetanan juga kali, lu lihat dong nasgor gue lu sisain minyaknya doang…”
“hihihi..’ nyengir tanpa dosa..
Keesokkan hari diadakannya mos, dan di hari ini pula gue resmi jadi anak SMP cihuy, good bye putih merah. Duuh senangnya pake baju baru, buku baru, tas baru, pokoknya semuanya juga baru deh kalau perlu muka gue yang mengenaskan ini juga baru deh..
PERKENALAN..!! pastinya diadakan, gue di kelas ini memperkenalkan nama gue, hobi, bapak gue, emak gue, kakak kakak gue, ade ade gue, paling yang gue benci, yang disenengin.. (buset itu perkenalan apa bikin biodata..)
Yah pokoknya gue sebutin terserah lu mau seneng apa enggak, RIBUT YUK.. loh loh loh..
Masih memperkenalkan murid murid, wali kelas gue yang bernama bu leli itu, menyebutkan siswa terakhir,
“Anugrah Panji Pangesti…”
Gue bingung nama depan sama nama tengahnya cowok, tapi kok nama terakhir itu kok cewek yah, otak selermun gue mulai bekerja.. ‘jangan jangan nih orang punya kelamin ganda dikarenakan amalnya kurang baik..’ apaaa coba.
Ternyata eh ternyata perkiraan gue salah, ternyata dia anak cowok yang sangat trend banget, celana ke atas banget kayak orang mau nikahan, tapi nih orang ada kelebihannya juga. Mukanya itu loh lumayan, *lumayan ancur wkwkwk..
Habis perkenalan wali kelas gue juga gak mau kalah, bu leli pun menceritakan tentang keluarganya yang punya peliharaan kucing yang dikawinkan silang dengan gajah rusia, dan dia memberikan nama angel (sumpah mulut gue berbusa denger namanya..) pas dia mau kawin gak jadi gara gara calmi *dibaca calon suami, udah punya anak tiga. tragis.
Dan lagi berduka citanya itu, si Angel yang dikawinkan silang itu pun melahirkan gak tau bapaknya siapa, dan bu leli pun membantu persalinan dengan pengalaman yang dia punya, akhirnya pun dikeluarkan dengan besi berkarat, dan yang pada akhirnya sang bayi pun tidak bisa diselamatkan, dikarenakan bukan bayi yang keluar tapi darah yang muncrat kemana mana.. kita pun nangis.
Nb ^ibu leli denger yah orang yang IQnya rendah sekali pun aja tau, GA ADA YANG MAU NGELUARIN BAYI PAKE SENDOK, APA LAGI INI PAKE BESI, pikir dong bu… akghh mati kelindes kereta bayi.
Mengenal Teman..
Selama seminggu guru guru memperkenalkan nama kepada muridnya, anak muridnya gak mau kalah dong, gue termasuk orang yang mau mencari teman dengan membabi buta, gue kenalan sama teman sebangku gue namanya Nimade Widya Arisandi, pas gue inget inget tuh nama, mmm kayaknya gue familiar benget deh dengan nama itu, gue inget terus sampe otak gue pecah, ternyata eh ternyata dia tetangga gue dari kecil, gila gak nyangka banget ternyata dia sama gue satu sekolahan ini seperti mimpi friends.. (gue yang bego apa gue yang amnesia yah..)
Ya udah gue cari target baru aja, aha dapat, namanya nikita syam ananda, pas gue teliti dia tuh kayaknya tomboy, rambutnya pendek, sependek ucok baba, cuek, gila (maksudnya muka ancur juga cuek aja..) and nama temen gue yang lain ada lulu tebing, dimas back, krisna dihajar dewannegara, dan lain sebagainya.
Sudah kenalan nama sama temen temen sekelas, tukeran biodata, tukeran cerita, tukeran muka, tukeran otak, ya udah deh kita jadi akrab gitu…
Pas lagi ngegosip seputar sekolah baru, tentang hantu sekolah yang sering banget nongol di pojokan wc, yang konon katanya pula hantu ini nongol gak tau adat coz dia pake beha di luar, ngikutin superman (kan kalau supermen kolornya di luar kalau hantu ini behanya yang di luar)
“iya, kalau gue denger denger, tuh setan mati gara gara diperk*sa..” kata april yang sering banget ngedenger berita beringas itu
“kok bisa sih..?” panji pun ingin bunuh diri eh maksudnya mau tau banget.
“jadi dia itu bukan anak sekolahan ini melainkan anak kepala sekolah yang dulu!”
“waaaooo..” sontak anak anak yang lain syok gitu..
“dia sering banget main ke sekolah ini, tapi kepala sekolah gak suka, soalnya dia kalau pake baju seszi gitu, tali beha kemana mana, sampe tuh tali putus di tengah jalan, dikirain dia gak ada orang, memang disitu sepi, terus dia langsung mau naliin beha yang putus itu, tapi, takdir berkata lain. Ada orang yang ngelihat adegan mengenaskan itu, otomatis jiwa kerangsangannya langsung memuncak, si anak cewek dibawa ditarik paksa sama si anak cowok dengan dibekep mulutnya, dan pasti kalian tau…” April pun mengehentikan story colongan ini, sambil menatap di sekitarnya, teman gue pun jadi kebelet boker karena mulut si april bau jamban belum disiram,
“diperk*sa dengan sadis..” dengan mentinggikan suara itu.
“hiii..”
“darah dimana mana, karena si cewek ngebrontak, jadi si cowok jedotin kepalanya si cewek sampe pecah… dan si cowok gak berenti sampe situ, si cowok masih membungbungi nafsu bir*hinya, sampe si cowok kecapean.. dan terakhir si cowok membuka behanya si cewek terus ditaruh di luar baju…!”
“ohh gitu…” kata anak anak yang lain.
“dan kalian tau..?”
“apa, apa… apa..?”
“kalian tau?”
“iya apa, kebanyakan cincong dah..” kata gue kesel
“ini semua BOONG!!!! Wkwkkwk” si april pun ketawa sekencang kencang toa masjid…
“ha, ha,ha… kok kalian gak ketawa sih?” si april langsung ketakutan, karena panji, dimas, gue dan yang lain megang granat satu satu, kecuali si lulu dia megang nuklir sendiri karena di antara kita yang ngedenger dia yang paling ketakutan sampai si lulu bawa dukun beranak untuk mengamati lulu supaya gak diganggu si hantu beha.
“hehehe sorry..” si april pun siap siap mengeluarkan burung gagak dari dalem k*ncutnya, tapi niat itu diurungkan karena si dimas sudah pegang kepalan tangan si april..
“mau kemana lu!”
“ehh ehh kalian mau ngapain..!” april sudah mulai ketakutan karena dia sudah mengeluarkan tomcat dari hidung.
Kita semua pun lirik lirikan, dan kita semua ketawa laknat..
“lu gue bakal kita jadiin HANTU BEHA YANG ELU CERITAIN..”
“ahhh TIDAAAKKK”..
Begitulah nasib april yang mati secara tidak tumbuhani maksud gue manusiawi…
Falling in Love..
Tiga bulan berlalu hari semakin cepat waktu terus berjalan begitu pula pertemanan yang begitu erat (gila bahasanya.. berat euy)
Istirahat, saatnya menjual g*nja..
“alin main ramal-ramalan nyok..” si krisna berbicara.
“ramal ramalan? Ramalan apa? ramalan g*nja gue bakal abis hari ini, ogah ah” kata gue karena gue gak mau g*nja gue sebagai ramalan yang tidak berguna, karena cukup gue yang menderita jangan g*nja gue. Loh loh loh..
“bukan idiot, ramal jodoh”
“ouhhh gue ramal jodoh sama siapa, gue aja belum punya pacar..” kata gue bĂȘte,
“seterah lu sama siapa aja juga boleh”
“gak ah, kagak ada’ kata gue sewot, mentang mentang muka gue kayak luna maya, memangnya gue punya pacar apa uhh, (alasan…)
“ahh kacau lu lin, eheheh panji elu mau main ramal ramalan gak, tapi elu harus ada pasangannya..” si krisna pun cari target baru.
“nah gitu dong..” gue pun meletin lidah ke krisna.
“hmmm.. ya udah gue sama alin aja.” Dengan suara pelan tapi meyakinkan si panji ngomong gitu, deg deg deg jantung gue mau copot dengernya.. karena gue menjaga emansipasi kartini akhirnya gue putuskan..
“ogah ah..” gue pun menghindar dari situ dan dengan sekuat tenaga gue lari sekencang kencangnya melebihi kuda berlari (bayangkan..)
“asik dah si alin ciee ciee, boleh dia” kata krisna seneng banget ngelihat gue sengsara.
Dan si panji hanya bisa terdiam dan menatap ke arah gue tanpa ada reaksi, kata gue dalem hati ‘tuh panji gila apa, dia malah bengong kayak orang kesambet zombie aja, akh’ stress gue.
“bodo, gue gak denger..” sambil goyang goyangin pantat gue berhenti di samping pohon keramat.
“hos.. hos.. hos moga aja kejadian hari ini lewat begitu cepat, dan pohon besar ini menjadi saksi gue untuk melupakan hari ini, amien” sambil mencium pohon besar itu dengan suka cita.
Keesokan harinya..
“hay hay my friends.. selamat pa-gi..” dengan terbata bata gue mengucapakan kalimat itu, syok kaget depresi itu yang gue rasakan di pagi hari yang indah nan sejuk ini.
“sumpah gue gak terima, apa apaan sih, ih gak suka tau gue diginiin” dengan mengambil pengapus di depan meja guru gue langsung ngehapus apa yang tertulis di papan tulis dan kalian tau apa yang terpampang di sana ALIN LOPE PANJI what the hell.. kalau bacaannya DANIEL RADCLIFFE SAYANG ALIN sih gak papa gue terima seikhlas ikhlasnya nah ini makhluk alien yang ada ditulisan itu, hehe.
“sorry lin gue gak tau pas gue dateng juga ada tulisan itu” kata rina yang udah panas dingin gue dateng, takut gue makan kali yah. hehe.
“parah banget yang nulis..” gue pun membanting tas yang tadi gue bawa, dan ngelempar tas itu ke si rina, enggak deng.
“sabar lin, mungkin ini semua takdir yang telah allah kasih..” kata bu haji jumi, hadeeh.
“enak aja gue gak terima” dengan makan meja peke saos.
Gue pun hanya cemberut sedangkan mereka berdua yang ada di kelas hanya mematahkan kepala masing masing eh bukan geleng geleng kepala deh,
“hay alin, what’s wrong with you..” madhe sok bule.
“au ah..” si madhe pun nanya nanya ke semua penjuru kota kenapa gue cembetut,
“oh gitu..” madhe ngangguk ngangguk mendengar penjelasan jumi, gue yakin dia pasti dikasih dalil.
“yaelah lin, gitu doang gak usah dipikirin mungkin ini memang jalan yang terbaik..”
“tapi kan gue gak bisa ter…”
“udah jangan gitu, lu mau tau gak yang nulis kaya gitu siapa?” madhe memberikan tanda Tanya besar.
“siapa..?” kata gue sok gak bersemangat.
“panji sendiri..!”
“what, are you sure..?”
“yes”
“kok bisa?”
“I don’t know, mungkin dia suka sama lu.” Kata madhe sotoy’nya mulai ke luar.
“eh gak mungkin panji kan lumayan cakep, nah gue” kata gue bukan kata loe.
Gue pun memikirkan apa yang dikatakan madhe, apa mugkin seorang panji anak guru sejarah setiap bapaknya ingin melanjutkan pelajaran selalu berkata AYO KITA K*NCUTKAN, mmm…
Dan kejadian di pagi ini gue anggap selesai gue anggap hanya kucing bertelur dan bulu hidung sepanjang rambut, gue ikhlas ridho (boong tuh boong) gue gak bakal lupain ini semua.. (jiaaahaa sama aja kolor.)
Cerita Pendek 5 :
Kita adalah sahabat
Teet.. Teet.. Teeet.. Bunyi bel sekolah tanda untuk masuk kelas. Vyo, vina dan yani memasuki kelas
“vyo, si udik kemana, kok gak keliatan dari tadi?” kata vina sambil melihat seisi kelas
“gak tau, tanya aja sama sahabatnya. Tuh.. Si yani.” kta vyo sambil menunjuk yani
“aku juga gak tau, sakit mungkin” sahut yani
“Ssst.. Mr. kasir dateng” kata vina
Semua siswa tenang mendengarkan Mr. kasir, selain vyo vina, iqbal dan rangga, yaa.. Mungkin kami sedikiit nakal
Selang beberapa menit kemudian ada suara yang memecah keheningan
“maaf mister, saya terlambat, saya bangun kesiangan” kata aisah memelas
“ya sudah.. Letakan tas kamu di meja lalu berdiri satu kaki di depan kelas sampai jam pelajaran saya habis” kata Mr. kasir seenaknya
“yaah.. Gak bisa dinego ya pak?” tanya aisah
“nego nego!” Hentak Mr. kasir
“iya iya pak!” aisah pun menyerah
“udah udik, alay, pemalas lagi. Aduh, pake hidup segala” celoteh vyo
“dasar udik” sahut rendra
“udik dipelihara” fernanda pun ikut menyaut
semua menertawakan aisah dan menyorakinya
“Sudah! Diam semua. Apa mau ikut dihukum?” Kata Mr. kasir
Detik demi detik berlalu jam Mr. kasir pun berakhir, Aisah langsung diserbu anak-anak sekelas menggunakan sampah yang dilemparkan ke mukanya, dan saat itu pula aisah berlari ke kamar mandi, mungkin dia menangis. Penyebabnya dia dimusuhi adalah karena dia merusak kelas saat semua anak di kelas menghias dan membersihkannya dengan susah payah, dia kotori dengan sepatunya yang kotor karena menginjak lumpur saat berangkat sekolah, dan akhirnya kelas IX B tidak jadi juara kelas
“yaah.. Beraninya lari, dasar pecundang!” Ejek vyo
Vyo dan vina pergi ke aula untuk mencari tau tugas yang diberikan pak sumardi guru bahasa Indonesia
“eh.. Ada si udik disini” kata vyo sambil menunjuk aisah
“iya, udik udiik.. Huh, udah kayak kuman kamu, bawa sial!” cemooh vina
Vyo dan vina pun kembali ke kelas karna guru yang seharusnya mengajar tidak ada, suasana kelas sangat ricuh dan ramai tapi disitu tidak ada aisah..
Keesokan harinya
Sebelum masuk kelas sudah kebiasaan anak satu kelas nongkrong di kantin, walau hanya sekedar ngerumpi. Bel kelas berbunyi kami semua memasuki kelas, tapi, ada sesuatu yang berbeda, saat kami sampai di dalam kelas. Sangat bersih dan indah.. Kami menemukan tulisan di board:
“kawan, maafkan aku.. Hari itu memang kesalahanku. Tapi, itu belum penilaian terakhir, hari inilah penilaian terakhir, aku sengaja sebelum pulang sekolah mempersiapkan ini semua.. Ku mohon kalian bisa memaafkan ku”
tertanda: aisah
Lantas kami pun tercengang melihat tulisan itu, kami sepakat untuk memaafkan aisah, saat aisah masuk kelas semua tersenyum padanya
“good job!” puji bowo
“elo nggak ngecewain kita!” tandas udin
“aisah! Loe emang nggak kuman!” kata vyo dan aisah
Saat pak. sumarno mengumumkan juara kelas, semua terdiam dan tenang
“juara kelas umum adalaah.. Sembilaan B”
“Yeee…” Semua bersorak sorai dan untuk merayakannya kami anak IX B makan makan di mall ternama di kota kami
Cerita pendek 6 :
Sendiri itu sangalah tidak menyenangkan
Namaku Tiara. Biasanya aku selalu bersama temanku. Tapi aku membuat satu kesalahan yang tak bisa dimaafkan mereka.
Mutia, musuhku, membuatku merobek data untuk acara Pensi sampai benar-benar tinggal serpihan. Lalu Mutia menuduhku yang merobeknya ke sahabatku, Ana, Widya dan Sarah. Aku tak bisa mengelak karena memang aku yang merobeknya. Tapi jika ku katakan Mutia yang menyuruhku, mereka tidak akan percaya karena Mutia adalah ketua geng mereka, sedangkan aku hanya ikut Ana ke geng mereka dan Mutia itu gak suka padaku dan berusaha mengeluarkan aku dari gengnya.
Oke Mutia, apa kamu sudah puas? Melihatku sendiri di sini? Tanpa ada yang menemaniku. Mungkin jika aku pergi, kau akan lebih bahagia lagi. Memang, aku akan pergi dari hidupmu. Aku mengidap kanker kronis dan umurku tinggal 1 minggu lagi dan sekarang aku sedang ada di rumah sakit.
6 hari sudah berlalu, aku ingin bertemu dengan Ana, Widya, Sarah dan Mutia. Aku ingin minta maaf pada mereka dan ku katakan keinginanku pada ibuku. 30 menit kemudian, Ana, Widya, Sarah dan Mutia sudah datang. Aku pun langsung minta maaf pada mereka. Ternyata, kata Ana, Mutia sudah mengatakan bahwa ia yang menyuruhku merobek kertas itu. Dan napasku mulai tersengal-sengal dan aku tidak ingat apa-apa lagi. Yang terakhir ku dengar suara tangisan yang makin terisak-isak dan Mutia yang mengatakan “Selamat jalan Tiara. Aku mencintamu.”

Cerita pendek 7 :
Cinta segitiga
Beberapa hari yang lalu aku baru saja menjomblo lagi, dan belum bisa move on dari mantan ku itu. Oh iya perkenalkan namaku Ivana, dan mantanku bernama Nicolas. Aku bingung mengapa setelah aku putus dari Nicolas, aku susah sekali melupakannya dan menerima cowok lain di hatiku ini. Dan ketika aku mulai menyukai seseorang yaitu kakak kelasku sendiri yang bernama Ryan. Aku amat senang sekali, karena aku bisa melupakan dan mendapatkan pengganti Nicolas. Lalu aku mencoba mendekati teman dekatnya Ryan, yaitu Riko aku curhat ke dia kalau aku menyukai Ryan. Dan aku juga curhat ke Feby teman dekat Ryan juga sekaligus mantan sih.
Lalu ketika istirahat mendadak ka Feby dan ka Riko mendatangi Ryan yang sedang di kelas dan berlari dan berteriak “Ryan… Ryan..” lalu Ryan menjawab “Ada apaan sih? rame banget?” lalu ka Feby bilang ke Ryan “ada yang suka sama lo yan” lalu kata Ryan “Hah? siapa? gua mau pacaran ntar aja ah kelas 2 SMK!” kata ka Feby “tuh si Ivana anak kelas 8″ lalu ka Riko menyambung “iya tuh si Ivana suka sama lu, kasian tau kalau waiting terus” lalu kata Ryan “tapi gue maunya ntar aja kelas 2 SMK baru pacaran lagi” lalu kata ka Feby dan ka Riko “Ya udah deh terserah lu”
Dan ketika hari sabtu, aku curhat berduaan sama ka Feby. Lalu bell pulang sekolah pun berbunyi *teet* Ryan pun mengeluarkan motor dari parkiran, di hadapanku dia bermuka kaku tetapi ketika melihat ka Feby dia tersenyum. Dan ketika Ryan sudah pulang dengan ka Riko disitu aku belum pulang dengan kak Feby. Dan kak Ana pun teman dekat Ryan juga, seperti ingin bicara sesuatu kepada kak Feby. lalu kak Feby meninggalkan aku sebentar dan pergi ke kak Ana. lalu kak Ana bilang kalau Ryan itu suka sama kak Feby lagi, lalu kak Feby balik ke aku lagi. tetapi kak Feby bilang kalau kak Feby tidak dikasih tau apapun sama kak Ana.
Singkat cerita, beberapa hari kemudian kak Feby ditembak sama Ryan di belakang sekolah, memang menyakitkan, tetapi Cinta memang gak bisa dipaksain!, aku mencoba tegar dan melupakan Ryan, dan sekarang pun aku sudah mendapatkan penggantinya, Thanks God

Cerita Pendek 8 :
Pemuda dan belatinya
Pada musim yang tak menentu, terlihat seorang pemuda pengelana waktu yang selalu ditemani dengan gitar antiknya. Berkelana menyusuri tiap jengkal cahaya semesta, tiap bait langkah yang terinjak meninggalkan beribu pertanyaan yang tak terjawab.
Kemudian ia bersandar pada dinding pohon rindang di teriknya siang. Ditemani dengan sapaan angin dan burung-burung yang menari di atas ranting. Terhelap kemudian terhanyut dalam mimpi sekejap, mimpi-mimpi para belati yang mencoba menari di tepian api.
Tak lama ia pun terbangun dengan penuh kejut. Mimpi sesaat yang tak akan pernah mungkin dilupakan olehnya. Langkahnya pun kembali dilanjutkan, menyelusuri jembatan-jembatan renta, sungai-sungai berbatu dan tebing-tebing curam yang tak bertuan.
Rasa lelah terkadang datang bertamu, namun tak ada tempat yang cukup nyaman untuk bersinggah. Menahan kelalahan dengan senyum dan tawa kepahitan. Di tengah perjalanan, ia menemukan sebuah danau yang membuahkan air jernih. Di tepian ia beristirahat untuk melepas rasa lelah.
Dengan gitar antiknya ia mulai menarikan jari-jari di tipisnya senar-senar yang tersusun dengan indah. Menikmati suasana alam yang begitu indah, tertawa dan tersenyum mengingat begitu banyak hantaman-hantaman semesta yang tak pernah diduga.
Matahari pun mulai surut. Dengan bermodalkan tenda yang dibuat dari ranting-ranting pohon, ia tertidur lelap di sunyinya malam.
Cahaya pagi telah menyinar, mata kantuknya terbuka lebar. Merenung sesaat karena kembali telah mengingat semua alur yang telah dilaluinya. Kemudian ia kembali melanjutkan perjalanannya.. kini ia tahu, bahwa setiap detik yang berputar adalah sebuah misteri, ya.. misteri dari kehidupan yang datang tanpa kata sapa. Apapun itu.. itulah jawaban… jawaban dari sebuah misteri yang selalu ia tunggu.
Cerita pendek 9 :
Penyesalan 5 anak manusia
Di sebuah daerah bernama desa Mori-mori yang dikelilingi sungai-sungai panjang nan luas dan daratan yang hanya separuhnya hiduplah sekelompok anak yang berteman. Mereka adalah Adi, Dodi, Nina dan Roni. Mereka selalu berangkat sekolah menaiki perahu kayuh menuju sekolahnya yang berada Di desa sebelah yang bernama Mora. Mereka anak usia 8 tahun.
Perjuangan mereka untuk ke sekolah dengan jarak rumah yang sangat jauh harus diacungi jempol. Mereka berangkat sekolah selalu bangun pagi sekali.
Suatu ketika salah satu dari mereka yang bernama Adi berkata “Teman-teman aku penasaran banget apa sebenarnya pekerjaan ayah dan ibu kita” (sambil mengangkat jari telunjuk). Teman-temannya yang mendengar Adi berkata hanya mengangguk saja tanda mengerti.
Keesokannya Adi dan teman-teman saat istirahat mereka menghambur hamburkan uang dengan jajan banyak dan buang sampah sembarangan. Ketika mereka pulang perahu yang mereka naiki terbawa arus. Mereka sangat ketakutan, saking ketakutannya mereka memegangi sisi perahu dengan kuat. Akhirnya perahu mereka terdampar di sisi sungai yang memiliki hutan dan entah apa daerahnya. Salah satu dari mereka yang serba ingin tahu yaitu Adi berjalan menyusuri hutan dan teman-temannya mengikuti Adi.
Saat Adi melewati hutan dia melihat dari celah-celah pohon di sungai. Dia melihat banyak sekali sekumpulan orang tua yang berkumpul disana. Karena sikap ingin tahunya muncul Adi menerobos celah pohon dan teman-temannya yang lain mengikuti Adi menerobos celah pohon
Mereka tercengang sekaligus menatap sedih mereka melihat Orangtua mereka memulung sampah di sungai dengan penampilan basah dan kotor. Tanpa disadari Orangtua Mereka pun menatap ke arahnya sambil tersenyum.
Sejak kejadian itu Adi, Nina, Dodi dan Roni berjanji tidak akan menghambur-hamburkan uang dan tidak akan membuang sampah sembarangan.
Cerita pendek 10 :
Arti makna sebuah kehidupan
Awal cerita berawal dari seorang anak yang merantau ke negri orang dimana dia dulunya adalah seorang anak yang dimanjakan oleh kedua orang tuanya yang bernama JANUR. Anak ini mencari pekerjaan di kota metropolitan. Dimana dia diterima bekerja di sebuah kantor sebagai O.B .3 tahun lamanya janur bekerja dia mulai berpikir bahwa pekerjaan yang ia jalani tak sesuai dengan pendidikanya. Dia berkata” kenapa aku bekerja sebagai O.B padahal aku lulusan dari SMK OTOMOTIF apakah ini yang di maksud jalan takdir” ucap janur dalam hatinya.
Lama kelamaan ia menghayal dalam pikiranya dalam hayanlannya itulah dia membayangkan masa masa yang indah dimana dia dulu sering dimanja oleh kedua orang tuanya bahkan di sering melwan dan menolak bila ia di suruh kedua orang tuanya. Dan ia pun berkta “ ya allah maafkan aku atas perbuatan ku yang dulu yang selalu aku lakukan kepada kedua orang tuaku., kini aku menyadari betapa berharganya mereka untukku” ucap janur. Dan ia pun sontak meneteskan airmatanya ke lantai. “ sambil memukulkan kepalanya ke tembok hingga berdarah”, ketika saat itu ia terbirit birit untuk minta ijin pulang ke desa kepada atasannya.
Saat itulah dia langsung berangkat ke terminal untuk mencari bis untuk pulang kedesa, beberapa lama jam kemudian di sampai ke tempat desanya tinggal, tapi sayangnya kedua orang tuanya tidak ada di rumah. Lalu ia pun bertanya kepada tetangga di sebelah rumah” maaf bang liat kdeua oarang tua saya tidak?” ucap janur. Dan si abangnya pun menjawab” oh ia.. ibu sama bapak kamu lagi ada di sawah” dan janur pun menjawab” oh ia bang terima kasih”.
Dan janur pun langsung bergegas menyusul kedua orang tuanya ke sawah. Setelah bertemu kedua orang tuanya ia pun bersujud dan menangis.” Oh ibu oh ayah.. ampuni anakmu ini yang telah banyak berbuat dosa kepada kalian semua” ucap janur
” memangnya ada apa nak?” ucap ibunya
“ aku tlah banyak berbuat dosa pada kalian semua, maafkanlah anak mu ini” ucap janur,
“ tlah lama kami sudah memaafkan kesalahanmu semua” ucap ibunya
Tersentak janurpun menangis dihadapan kedua orang tuanya.
Disaat itulah kesuka dukaan itu pun terjadi.