CERPEN
(
Cerita Pendek )
Cerita
pendek 1 :
Liburan bersama keluarga ke Yogyakarta
Suatu hari pada saat usiaku 6tahun aku berlibur bersama keluargaku ke kampong halamanku yaitu Yogyakarta, daerah yang sangat sejuk indah, sejuk, dan kawasan yang tidak terlalu padat penduduknya seperti di ibukota Jakarta.
Aku pada saat itu pergi ke Yogyakarta menggunakan transportasi kereta api, transportasi yang sangat saya suka pada saat aku kecil, melewati pedesaan sawah yang sangat luas saat itu hatiku sangatlah gembira karna berlibur bersama keluargaku yang tercinta, 12 jam waktu lamanya sampai disana aku langsung bergegas ke kediamaan nenek dan kakek ku, disana saudara-saudara ku sudah menunggu kehadiranku, tiba disana sepupuku yang sama umurnya denganku langsung menghampiriku dan mengajak bermain tapi saat itu aku lelah sekali ingin sekali aku beristirhat tapi karna ini adalah kampong halamanku dan akupun disini tidak terlalu lama, ya aku sempatkan untuk bermain bersama saudara-saudaraku, aku diajak ke pertengahan sawah udaranya sejuk sekali aku sangat senang tinggal disana sangatlah senang. Itulah pengalaman liburanku pada masa kecilku
Cerita
pendek 2 :
Cinta dan Kasih Sayangku Hanya
Untukmu
“Hei.. Key” Ucap
seorang pria yang membuat gadis manis ini terbangun dari lamunannya “Ohh… Andre
kau menghancurkan lamunanku” Jawab Key dengan ketus karena merasa tidak rela
dia dibangunkan dari lamunannya “Sorry.. mau kah kau memaafkan manusia ini,
Key..?” Jawab Andre sambil memohon
“Ok.. baiklah
dan ada angin apa kau datang menemuiku..?” Balas Key “Hmm.. aku ingin bicara
serius padamu..” Ucap Andre dengan mimik muka serius yang membuat Key harus
menatapnya “Hal serius apa yang ingin kau bicarakan padaku..?”
“Hmm.. kamu..
mau gak jadi pacarku..?” Tanya Andre dengan mimik wajah malu-malu “Mungkin
dengan aku menerima cintanya aku bisa melupakannya” pikir Key “Baiklah Andre
aku akan menerimamu menjadi pacarku” “Sungguh kau mau menerimaku Key..?” “Ya”
Jawab Key dengan percaya diri
Seminggu
hubunganku dengan Andre masih berlanjut. Aku duduk di suatu tempat melamunkan
hubunganku ini dengan Andre, Andre sangat menyayangi dan mencintaiku dengan
tulus. Tapi apakah aku juga menyayangi dan mencintai Andre dengan tulus, kupikir
tidak karena cinta dan kasih sayangku ini hanyalah untuk mantanku. Ya, mantanku
namanya Raka kami saling mencintai hingga,suatu saat Raka harus memutuskan
hubungan ini tanpa alasan yang jelas.
Setelah
hubunganku dengan Raka berakhir aku tak pernah melihatnya lagi. Aku telah
mencari kemana-mana, tapi gak penah ketemu. Ya, akhirnya aku harus
mengikhlaskan dia menjadi mantanku.
“Heiii” Ucap
seorang wanita. “Oh.. kau Naoyung ada apa..?” “Tadi aku bertemu dengan Andre
dan dia nitip salam katanya malam ini dia akan mengajakmu bertemu dengan
temannya” “Ok.. Baiklah. Bilang padanya aku tunggu di rumah ku” Ucap Key sambil
berlalu dikarenakan bel kelas telah berbunyi
Malamnya Andre
menjemputku dengan mobilnya, dia mengajakku ke restoran di daerah kota Serang.
Disana kami mengambil tempat di pojok, sambil menunggu teman yang diajak
janjian datang. Aku dan Andre memesan makanan, selang beberapa menit kemudian
datanglah teman Andre.
“Heii.. Andre”
Ucap seorang cowok “Ehhh.. Angga kau datang terlambat seperti biasanya” Jawab
Andre dengan antusias “Kenalin cewek gua Vanesa” “Haii Vanesa” “Andre” “Ehh iya
kenalin juga nih cewek gua “.
Mendengar
perkataan itu aku bangun dan disaat aku hendak berkenalan dengan teman Andre,
aku terkejut mengetahui siapa teman Andre ternyata ia Raka spontan aku berkata
“Raka” Orang yang aku panggil Raka dan dipanggil oleh Andre Angga itu pun
menoleh. Aku melihat bahwa ia pun terkejut dipanggil Raka oleh ku “Ehh maaf”
kataku sambil menunduk “Krys… Key” sambil mengulurkan tangan “Angga dan Vanessa”
Jawab Angga sambil menjawab uluran tanganku. Malam itu kami makan bersama,
banyak cerita seru disana tapi aku tidak menghiraukannya. Aku hanya menunduk
dan menatap makanan yang kupesan sambil memainkan makanan tersebut. “Heii.. Key
ayo kita pulang” Ucap Andre “Oh ayo” Kataku sambil berjalan duluan. Aku sampai
di mobil duluan dibanding Andre.
Setelah masuk ke
mobil dan siap pulang, aku sempat melihat bahwa Angga menatapku. Sesampainya di
rumah kejadian ini pun langsung aku ceritakan kepada Nayoung.
Esoknya, setelah
aku selesai kuliah, aku pergi ke toko buku untuk membeli novel. Disana tanpa
sengaja aku menabrak seseorang “Oh maaf aku tidak sengaja. Maafkan aku” Ucap
Key berkali-kali “It’s okay” jawabnya. Mendengar suaranya Key langsung
mendongak. “Raka” “Eh Krystal. Lama tidak bertemu ternyata kau sudah dapat move
on rupanya” “Maksudmu apa aku udah bisa move on dari kamu..?” “Karena kamu udah
pacaran dengan Andre” “Terus kamu pikir dengan aku udah pacaran sama Andre
artinya aku udah move on dari kamu gitu..? Enggak ya” kataku sambil berlalu.
Sebulan sudah
aku dan Andre pacaran, namun aku tetap tidak pernah bisa mencintai dan
menyayangi Andre. Hingga suatu saat “Terimakasih Andre karena telah menemaniku
hingga larut begini” “Itu tak masalah” “Ya sudah kalau begitu aku masuk ke
dalam dulu ya..” Ucapkan sambil berlalu.
Melihatku masuk
ke dalam rumah. Andre pun pergi, sesampainya di rumah Andre langsung masuk ke
kamarnya dengan buku berada di tangannya. Buku itu ia temukan di dalam
mobilnya. Di dalam kamarnya, ia membaca buku itu yang ternyata adalah buku
harian Key. Disaat membaca halaman demi halaman Andre melihat bahwa disetiap
halaman itu ada banyak tulisan “RAKA”
Andre menjadi
penasaran. Siapa sebenarnya Raka dan nama itu juga seperti nama yang tak asing
lagi baginya. Setelah dia mengingat-ingat cukup lama. Akhirnya ia ingat bahwa
nama itu pernah dikatakan Key untuk memanggil Angga. Tanpa berpikir Andre
langsung mengambil handphonenya dan menekan nomor handphone Angga
Setelah menunggu
lama Angga pun datang. “Ada apa Andre…?” tanya Angga “Aku ingin bertanya,
apakah kau mengenal Raka” “Akulah Raka” “Kamu.. kamu Raka” “Iya.. memang
kenapa…? Kamu kan tau nama ku itu adalah Raka Anggara” “Siapa saja yang
memanggilmu Raka” “Yang memanggil dengan nama itu hanyalah mantanku yang sangat
aku cintai dan aku sayangi hingga saat ini.” “Siapa nama mantanmu itu…?”
“Krystal”
Esoknya, Andre
mengajak ketemuan di tempat biasa, sesampainya aku disana. Aku melihat bahwa
Andre disana tidak sendiri, ternyata dia bersama Angga. “Key kemari cepat”
teriak Andre dengan keras “Apa yang dilakukan Angga disini..?” “Itu gak
penting” Jawab Andre
“Okay, sebelum
aku memberitahu alasanku membawa kalian berdua kemari, aku ingin bertanya
kalian berdua sudah saling mengenal bukan..?” Mendengar jawaban itu aku dan
Angga pun kikuk tak menjawab pertanyan itu “Hei jawab..!!!” “Hmm.. Iya kami
berdua memang saling kenal..” “Bahkan kalian pernah pacaran bukan…?” “Iya”
“Apakah kalian masih saling mencintai dan menyayangi” “Ya” Jawabku dengan Angga
berbarengan “Kalian juga punya panggilan kesayangan bukan…?” “Ya aku memanggil
dia Krystal dan dia memanggilku dengan sebutan Raka.”
“Ini alasan aku
mengajak kalian kemari adalah untuk menjodohkan kalian” “Menjodohkan kami, tapi
Andre aku masih menjadi pacarmu dan Raka pun masih memiliki Vanesa” “Aku sudah
diberi tahu oleh Andre dan aku akan merestui hubungan kalian” Suara Vanessa
dari belakang.
“Benarkah
itu..?” Tanya Raka dengan senang “Itu benar” jawab Vanessa kembali dengan
mantap “Akhirnya kita bisa kembali bersama..” Kata Raka sambil memelukku. Aku
hanya bisa tersenyum, “Apakah kau mengingat janji kita?” Tanya Raka “Masih”
jawabku “Mari kita baca bersama” “Ok”
“1… 2… 3 Cinta
Dan Kasih Sayangku Hanya Untukmu Sehidup dan Semati” Ucap kami berbarengan
sambil tersenyum bahagia.
Cerita pendek 3 :
EVERYTHING
ABOUT YOU
Dear diary
“perlahan aku menjadi jatuh saat melihatnya, wajahnya mengalihkan duniaku,
sehari aku tak melihat wajahnya serasa hatiku tak tenang. Okey cukup sampai
sini puitisku.”
Namanya Diara,
gadis berumur 17 tahun yang kini sedang merasakan jatuh cinta pada kakak
kelasnya Dewa. Mereka juga tergabung dalam kelas jurnalis dan musik, yah bisa
di bilang kisah cinta mereka dimulai dari seringnya bertemu.
“nad, kayaknya
aku jatuh hati deh sama seseorang.” Ujar jujur Diara pada sahabatnya yang
bernama Nada
“lo jatuh cinta? Sama siapa?” tanya Nada yang sangat terkejut.
“pada awan yang mendung tapi membawa pesona dan karisma.” Jawab Diara.
Nada menjadi bingung dengan jawaban Diara yang selalu puitis, “lo itu gak usah
pakai bahasa kiasan deh, gue gak ngerti.”
Diara tak bicara satu kata pun ia hanya mengisyaratkan dengan senyuman khasnya,
“lo aneh! Suka pada orang gak mau ngasih tau gue.” Ujar kesal Nada.
“suatu hari nanti kamu pasti tahu.” Sahut Diara.
Di aula sekolah
sedang ada latihan drama musikal, tak disengaja Dewa dan Diara datang dahulu
sebelum semua datang di aula musik itu.
“kamu sudah datang?” sapa Dewa pada Diara sambil tersenyum manis.
“iya kak, yang lainnya mana?” tanya Diara sambil melihat sekeliling ruangan.
“nggak tahu, bagaimana kalau kita latihan dulu sambil menunggu mereka?” ajak
Dewa.
Tanpa berkata
apapun, Diara berjalan menuju panggung di depan. Di atas panggung Dewa duduk
menghadap pianonya, Diara bersiap mengeluarkan suara emasnya. Lantunan melodi
piano mengiringi suara Diara, mereka melantunkan lagu “A NEW DAY HAS COME”.
Suara mereka sangat merdu dan indah.
“kamu banyak
kemajuan Ra.”
“makasih kak, itu juga berkatmu.”
“yah meskipun begitu, tanpa usahamu kamu juga nggak akan berkembang.”
Mereka berdua saling menebarkan senyuman dan saling pandang satu sama lain.
Tampak pandangan Diara pada Dewa seperti tak biasa.
“kak, boleh aku
jujur?” ucap Diara yang tampak gugup.
“silahkan, emangnya mau jujur apa?”
“aku… aku… aku menyukaimu.” Diara berusaha jujur pada Dewa. Ekspresi Dewa
sangat amat terlihat terkejut, ia memandang wajah Diara dengan pandangan
bertanya-tanya. “Ra… itu?”
Sebelum Dewa melanjutkan ucapannya, Diara kembali bicara serta menjelaskan
maksud ucapannya.
Satu tahun yang
lalu, saat keramaian melanda kelas 11 IPA 3 tepat disana ada Diara yang sedang
mencari seseorang, waktu itu Diara masih anak kelas 10. Disana tepat dengan
Dewa yang berada di depan kelasnya. Tak sengaja saat itu Dewa menabrak Diara
hingga jatuh ke lantai dan buku yang dibawanya berserakan di lantai. Terlihat
ekspresi Diara sangat kesal.
“makanya kalau
jalan lihat-lihat.” Ujar Dewa dengan laganya yang belagu banget.
“hah, setidaknya kamu minta maaf, kamu juga salah.” Sahut Diara dengan kesalnya
sambil merapikan buku-bukunya.
Dewa hanya memandangnya sekilas, lalu ia pergi tanpa rasa bersalah. Kekesalan
Diara mulai menjadi-jadi, tapi seakan itu mulai terobati dengan datangnya Angga
anak kelas XII yang membantu Diara merapikan buku.
“sebaiknya kamu hati-hati, anak kelas atas emang seenaknya.” Ujar Angga
“aku mengerti, makasih kak Angga, aku duluan ya.” Sahut Diara.
Dalam hati Diara
masih terbayang-bayang Dewa yang bersikap dingin padanya, rasa penasaran inilah
yang terus melanda diri Diara tentang Dewa. Inilah awal Diara mulai mendekati
Dewa, mulai dari masuk club musik sampai club jurnalis, ia terus masuk dimana
Dewa sedang berada, sampai ia menemukan rasa penasarannya.
Rasa penasaran
Diara mulai hilang dengan ia masuk di club musik bersama Dewa, penasaran itu
terobati dengan sikap lembut dan pemerhati Dewa pada rekan-rekannya. Satu hal
lagi, Diara terpilih menjadi salah satu pemeran di drama musikal yang
berpasangan langsung dengan Dewa. Di atas panggung itu, Diara mulai merasakan
perasaan yang berbeda pada Dewa, saat-saat beradegan mesra dengan Dewa dan saat
bernyanyi bersama Diara menemukan sosok yang berbeda dalam diri Dewa ketika
mereka bertemu pertama kali.
“saat itulah aku
mulai menyukaimu, aku selalu berada di dekatmu agar kamu selalu melihatku,
selama satu tahun ini aku tidak memberanikan untuk mengungkapkan. Tapi kali ini
aku memberanikan untuk itu.” Jelas Diara
Dewa hanya bisa terdiam mendengar kejelasan yang sebenarnya, ia tak berkutik
sama sekali. Terlihat raut wajahnya menunjukkan keterkejutan.
“ahhh, jadi begitu, kamu ikut ini karena aku.”
“awalnya aku hanya penasaran padamu, tapi setelah setahun ini aku bersamamu dan
selalu memperhatikanmu, perasaan itu muncul. Maukah kamu menerima perasaan
ini?” ujar Diara dengan rasa tulus.
“maaf, aku tidak bisa. Aku tak tahu apa yang harus ku katakan tapi kejujuranmu
sudah mengkejutkanku.” Ucap Dewa yang masih sangat bingung.
“jadi tidak bisa ya, tidak perlu kamu pikirkan, aku hanya ingin jujur padamu.
Itu saja. Makasih atas jawabannya.” Ujar Diara dengan perasaan kecewa.
“kamu pasti kecewa, tapi aku juga harus jujur. Dan inilah jawabanku.” Sahut
Dewa dengan jawaban yang tegas.
Diara menghela napas sejenak, dengan mengangkat wajahnya dengan kepura-puraan
Diara mengatakan tidak apa-apa dan memaparkan senyuman pada Dewa, Dewa juga
membalas senyuman itu.
“kita masih bisa melanjutkannya lagi?” suasana yang tegang kembali normal
dengan Diara membuka percakapan kembali.
“boleh…” Sahut Dewa.
Mereka melanjutkan kembali aktivitasnya, tak lama anak-anak yang lain sudah mulai
berdatangan untuk berlatih dalam drama musical.
Diara hanya bisa
menangis dalam hati dengan penolakan Dewa, tapi ia akan mengikhlaskannya dan
berusaha membuang rasa itu. Di sepanjang perjalanan Diara terus saja memikirkan
dan terbayang wajah Dewa sampai ia tak menyadari ada sosok Angga yang sedang
mengikutinnya di belakang.
“woi!!!” kejut Angga sambil menepuk pundak Diara.
“ohw… Kamu.” Ujar Diara yang tampak sangat lesu.
“kenapa sih? Loyo banget kayak nggak punya tenaga gitu. Kayak bukan Diara
gitu.” Sahut Angga yang merasa aneh dengan sikap Diara.
“kenapa pingin tahu banget… kepo deh mulai.” Sahut kesal Diara yang tampak tak
bersemangat.
Tiba-tiba Angga
menarik tangan Diara dan mengajaknya berlari lari sekencang mungkin. Tak peduli
kendaraan berlalu lalang disana, Angga tetap nekat berlari bersama-sama dengan
Diara. Diara yang awalnya terlihat lesu, kini menjadi ceria setelah mencoba
berlarian sekencang mungkin. Kini perasaan Diara yang gundah seakan terobati
dengan munculnya diri Angga.
“maksih ya kak, kamu udah bikin segala kegundahan seakan terobati meskipun itu
hanya sesaat.” Ujar Diara
“nih minumlah pasti lelah. Kalau kamu lagi sedih atau apa coba saja berlari
sambil olahraga pasti semua itu akan hilang dengan berjalannya waktu.” Sahut
Angga sambil menyodorkan sebotol minuman yang dibelinya.
“nggak tahu kenapa, aku beruntung kenal kakak. Aku merasa damai jika selalu
dekat kakak.” Ujar hati Diara.
“pulang yuk, aku anter.”
Mereka pun
kembali pulang setelah berlarian seperti orang gila, kali ini mereka tidak
berlari, tapi Angga yang saat itu membawa motor, ia membonceng Diara sampai
rumahnya.
“apa beruntungnya hidup dalam pemikiran sempit, hati yang selalu tersakiti,
hati yang terkhianati, sakit rasanya. Bagaikan teriris jarum yang tajam yang
tak mau lepas. Aku tak mau hidup seperti itu menangis dan mengemis cinta yang
hanya bisa kurasakan. Aku harus melupakannya, cinta yang hanya bersemayam
selama 1 tahun lamanya tak terbalas secuil pun. Apa gunanya berharap hanya
sekedar berharap.” Ujar hati Diara yang tampak sangat sedih.
Di malam yang
dingin, Diara mendekat ke arah jendela, ia memandangi bintang-bintang
bertaburan di langit. “seandainya aku bisa sepertinya, menyinari hatiku agar
tak gelap karena cinta.”
Di malam itu,
terdengar lirih suara dari arah pagar rumah Diara. Sosok Angga tampak berdiri
memanggil Diara yang masih melamun di dekat jendela. Sekedar memandang wajah
cantik dan rupawan, itu tujuan Angga datang menghampiri rumah Diara, tapi
tujuan memang telah ditakdirkan oleh Tuhan memandangnya dari balik jendela.
Tapi pandangannya seakan mengisyaratkan kegalauan dalam hatinya, membuat hati
Angga seakan tak tenang.
“Ra… Ra…”
panggil lirih Angga pada Diara.
Seperti sesorang ada yang memanggilnya, ia terbangun dari lamunannya. Dan
mencari-cari keberadaan suara itu. Orang yang ia lihat Angga yang berdiri di
balik pintu pagar rumahnya. Diara segera beranjak dari tempatnya menuju keluar
rumah mengahampiri Angga di depan.
“apa yang kamu lakukan disini?” tanya Diara
“aku…? Mencerahkan sinar malam dengan jalan-jalan.” Sahut Angga dengan
candaannya.
“masuk dulu, tapi kak Rafi sedang tak ada di rumah.” Ajak Diara
Mereka berdua
masuk ke teras rumah Diara, sejenak Diara kembali ke dalam untuk membuat
segelas minuman. Setelah itu Diara kembali ke teras, dalam jalannya ia
mendengar suara petikan gitar yang indah dan suara yang merdu, ia segera
mendekatinya ternyata suara itu berasal dari Angga yang sedang menyanyi dengan
merdunya. Serasa suasana saat itu berubah menjadi suasana haru mendengar lagu
Westlife “I WANNA GROW WITH YOU”, lagu itu membuat hati Diara semakin
tersentuh, pas dengan suasana yang di inginkan Angga untuk menghibur Diara.
“I wanna grow with you…” suara Diara mengikuti suara Angga di akhir lagu.
“suara mu indah Ra…” puji Angga sambil menghentikan lantunan gitarnya.
“alunan musikmu juga indah dan musikmu merasuk perasaan yang mendengarnya.”
Ujar Diara dengan menaburkan senyuman indah untuk Angga.
“how, kamu tersenyum. Nah gitu donk cantik lagi kalau kamu tersenyum, galau
aja.” Goda Angga.
“ini minum dulu pasti kering tuh kerongkonganmu.” Sahut Diara mengalihkan
ucapan Angga.
Sejak malam itu,
Diara dan Angga tampak selalu bersama-sama. Apalagi Angga menjadi guru musik
Diara untuk membantu Diara dalam pentas drama musikal sekolah. Tepat hari ini
adalah pentas drama musikal sekolah diadakan, semua siswa-siswi serta alumni
juga diundang dalam acara itu. Angga juga datang untuk menyaksikan Diara
tampil, tapi ia sejenak menghampiri Diara di balik panggung. Di ruang make up
Diara tampak tak tenang disana, sosok Dewa menghampiri diri Diara yang
sendirian sebelum Angga tiba.
“sedaang apa kamu disini sendiri anak-anak sudah ada di belakang panggung?”
tanya Dewa sambil tersenyum manis.
“aku… sedang berlatih disini, baiklah aku akan kesana.” Sahut Diara yang tapak
gugup dan nervous.
Saat berjalan
keluar, tiba-tiba kaki Diara keseleo sehingga hampir membuatnya jatuh. Untung
saja Dewa segera memegangi tubuh Diara agar tak jatuh. Kejadian itu membuat
mata keduanya saling bertemu dan memandang satu sama lain. Hal itu disaksikan
oleh Angga yang berada di balik pintu ruang make up.
“kamu tidak apa-apa?” ujar Dewa yang tampak cemas
“tidak apa-apa, mungkin gara-gara grogi.” Sahut Diara sambil mencoba berdiri.
Angga yang tak tahan dengan kejadian itu, memutuskan untuk masuk menemui Diara.
Dewa terkejut sosok Angga datang.
“Angga, sedang apa kamu disini?” tanya Dewa
“aku ada urusan sebentar dengan Diara.” Sahut Angga dengan berjalan mendekati
Diara. Angga langsung saja menarik tangan Diara dan keluar dari ruang itu. Dewa
sangat terkejut dengan tindakan Angga pada Diara. Angga dengan hati-hati
membawa Diara ke belakang panggung, usai tiba mereka berhenti.
“ada apa sih kak, gak biasanya kakak bersikap seperti itu.” Ucap Diara
Tanpa mengeluarkan kata-kata, tangan Angga tiba-tiba memegang pipi Diara dengan
mata penuh pandangan haru dan romantis.
“jangan bicara, dengarkan aku dulu.” Ujar Angga
Diara sejenak diam, Angga membisikkan sesuatu di telinganya. Sempat dengan mata
melebar mendengar ucapan yang ia dengar dari Angga, Diara hanya diam dan
mendengarnya. Sebuah kecupan datang menghiasi pipi Diara dari Angga. Tampak
pipi memerah dan hidungpun memerah di wajah Diara.
“kumohon…” Ujar singkat Angga yang kemudian pergi.
Diara memandang langkah Angga hingga bayangannya tak terlihat lagi.
Pertunjukkan
kini dimulai, Diara dan Dewa mulai memainkan perannya. Mereka adalah peran yang
sangat ditunggu-tunggu dan penentu dari suksesnya pertunjukkan itu. Terlihat
penampilan mereka sangat menagumkan saat mereka menyayikan sebuah lagu dari
Celine Dion “a new day has come”, tampak Diara bernyayi dengan penuh perasaan
dan penghayatan, begitu juga dengan Dewa yang menjadi lawan mainnya. Ada
kalimat unuk mengakhiri pertunjukkan, “segala apapun yang kamu lakukan, aku
menghargai semua itu, aku minta maaf tak bisa menerimanya, hatiku juga hancur,
tapi cinta adalah segalanya yang tak harus dimiliki sendiri, kita harus membagi
cinta itu. Suatu hari nanti kita akan bertemu my beautiful girl.” Ujar Dewa
dalam drama.
“hanya satu kata untumu… I wanna wait you, everywhere, anytime, I want stayed
for you. I promise.”
Adegan itu berakhir dengan Dewa memberikan sebuah kecupan manis di kening
Diara. Semua penonton bertepuk tangan dengan penuh haru melihat drama yag
sangat mengesankan.
Usai drama
selesai, Diara segera berlari mencari seseorang di kerumunan orang disana. Tapi
sosok Angga yang ia cari tak terlihat sama sekali. Kekecewaan terpancang dalam
raut wajah Diara, tapi itu pupus dengan datangnya seseorang memberikan sekuntum
bunga merah beserta sepucuk note. “aku menunggumu.”
Membaca surat
itu, Diara segera berlari mencari keberadaan Angga. Sekencang mungkin ia
berlari dengan berpikir keras dimana Angga berada, sampai ia tiba di taman
tempat dimana Diara pertama kali mengenal Angga. Diara melihat sosok Angga
berdiri membelakanginya dengan suasana yang begitu romantis, perlahan Diara
mendekati Angga.
“kak…!”
“aku senang kamu datang.”
“ini…?”
“aku tak ingin membuat kesalahan yang sama untuk kedua kalinya, hanya diam
menyaksikan apa yang akan menyakiti hatiku. Perih, jika hanya memandang wajahmu
yang bersinar dari kejauhan. Dan hari ini aku ingin itu tidak akan terjadi,
karena aku ingin jujur padamu. Aku… aku… menyukaimu.”
“kamu berharap aku akan menerimanya kan? Kamu belum tahu sepenuhnya aku. Aku
tak seindah apa yang kamu bayangkan. Kamu tahu? Aku datang kesini, aku
mencarimu aku tidak tahu apa yang kulakukan. Tapi dari kamu membisikkan itu
padaku, aku terus berpikir, berpikir dan berpikir. Apa aku tepat untukmu? Itu
yang kupikirkan.”
“cintaku buta padamu, dengan cinta buta itulah aku menghapus perasaan benci
untukmu. Aku tahu kamu menyukai Dewa, kamu sedih karena Dewa menolakmu. Tapi
aku percaya masih ada ruang untukku di hati kecilmu. Maka dari itu aku ingin
maju dan mendapatkan hatimu, will you grow with me?”
Diara perlahan mendekati
Angga hingga wajah mereka begitu dekat, tiba-tiba Diara memeluk erat tubuh
Angga,” segalanya akan ku coba untuk tinggal.”. mendengar ucapan itu Angga
sangat bahagia dan tak puasnya ia member ciuman di kening Diara.
Cerita pendek 4 :
Masa indah SMP
Hmm.. gimana yah
dikerjain sama kaka kelas yang mukanya kaya jenglot, nyebelin, kepalanya
bertanduk, baju dekil dan ditambah lagi sok sokan tuh kakak kelas mantan mafia
kelas kakap.. *bayangkan..
Itulah yang gue alami sama angkatan dan sebelum gue, disuruh makan pasir lah,
guling gulingan direl kereta api lah, sampe gue ngambilin bintang terindah buat
mereka. *impossible banget. yang paling ngeselin tuh gue disuruh bawa matahari
di atas salju (telor goreng sama nasi) tadi sih gue mau bawa beneran mataharinya
plus tuh salju kalau perlu gue kasih bonus beruang kutub deh, ehhh niat itu pun
gue batalkan.. soalnya gimana bawanya!! Pikir dong!, matahari kagak muat di tas
gue, apalagi di bolongan hidung lu.. hadeehh.. And yang paling lebih
mengenaskan gue disuruh bawa air kencing rasa jeruk (sirop rasa jeruk) aneh
banget *AIR KENCING.. untung gue punya otak yang bisa dibilang otak selermun,
kalau gue punya otak kayak si patrick yang ada di film spongebob mungkin dengan
bodohnya gue bilang ke bokap..
“pah?” kata gue yang saat itu bokap lagi baca koran di teras.
“kenapa lin..?”
“pah alin boleh minta tolong gak..?”
“minta tolong apa?” bingung.
“keluarin t****nya, bentar aja”
Bokap gue langsung struk stadium akhir..
Udah disuruh
bawa makanan and minuman kaya gitu, eh pas hari selasa anak anak kelas disuruh
bawa cokelat, dikirain gue buat dimakan sama yang bawanya.. gak taunya buat
dimakan sama mereka yang mirip jenglot, kalau gue dibilang sakit hati, SUMPAH
GUE SAKIT HATI BANGET.. udah makan di depan muka kita, sok sokan tuh cokelat
berubah jadi steak daging sapi panas rasa lada perancis (biar adek kelasnya
ngiler gitu..) sumpah bete banget.. ehh tiba-tiba tak gue sangka, tes-tes-tes
ILER gue jatuh , sumpah malu banget gue, langsung aja gue elap deh tuh si iler
yang merajalela sampe ke ruang guru (sumpah lebay banget, and it’s me..) dan
lebih parahnya lagi temen temen gue pada ngetawain gue sampe-sampe ada yang
ususnya keluar ngelewatin bolongan kuping.. buset..
Kring.. kring..
kring.. bel istirahat berdenting..
Untung untung tuh bel tau waktu kalau enggak gue bisa mati karena malu,..
*terimakasih ya allah..
Saatnya makan..
Nyum nyum nyum enak nasi goreng rasa neraka, lagi enak enaknya menikmati
makanan sedap gue, yang dibikin sama mak’nya si kunti, tak gue sangka ada kakak
kelas yang nyamperin gue yang menginginkan harta berharga yang gue pegang, pas
gue lihat dalam tempo yang sesingkat singkatnya, hmmm kayaknya gue kenal deh
nih manusia, siapa yah? Berfikir berfikir, aha…! itu adalah kakak gue.
Oh iya gue belum
cerita yah, jadi gini kakak gue yang cewek yang bernama zaza hanifah khalis
sekolah di sekolah terlaknat ini.. makannya gue terkenal bak artis cantik nan
imut yang datang dari negeri dongeng.. oke k*ncutkan eh maksud gue lanjutkan..
“lin bagi dong
makanannya, mbak laper nih..” dengan tampang depresi tingkat internasional.
karena gue gak tega ngelihat tampang mbak gue, terpaksa deh nasi goreng spesial
buat gue yang dibikin mbok’nya kunti gue relakan. Hiks..
“ya udah nih..” dengan menyodorkan nasi goreng itu pun gue nangis sambil tari
saman.
“tumben baik..” kakak gue penuh tampang curiga takut gue kasih mercon ke nasi
gorengnya.
“udah makan aja dari pada gue ambil lagi..”
“hehe…” ketawa laknat.
Tiba tiba 25
menit kemudian, tak gue sangka tempat makan gue hanya tersisa cabe sama bonusan
sendok doang, ini disitu gue mulai depresi, seandainya dekat gue ada gergaji
ingin rasanya ku potong jari yang menempel di tubuh ini, gak tau kenapa..
“nyum nyum enak yah lin”
“enak sih enak tapi gak usah kesetanan juga kali, lu lihat dong nasgor gue lu
sisain minyaknya doang…”
“hihihi..’ nyengir tanpa dosa..
Keesokkan hari
diadakannya mos, dan di hari ini pula gue resmi jadi anak SMP cihuy, good bye
putih merah. Duuh senangnya pake baju baru, buku baru, tas baru, pokoknya
semuanya juga baru deh kalau perlu muka gue yang mengenaskan ini juga baru
deh..
PERKENALAN..!! pastinya diadakan, gue di kelas ini memperkenalkan nama gue,
hobi, bapak gue, emak gue, kakak kakak gue, ade ade gue, paling yang gue benci,
yang disenengin.. (buset itu perkenalan apa bikin biodata..)
Yah pokoknya gue sebutin terserah lu mau seneng apa enggak, RIBUT YUK.. loh loh
loh..
Masih
memperkenalkan murid murid, wali kelas gue yang bernama bu leli itu,
menyebutkan siswa terakhir,
“Anugrah Panji Pangesti…”
Gue bingung nama depan sama nama tengahnya cowok, tapi kok nama terakhir itu
kok cewek yah, otak selermun gue mulai bekerja.. ‘jangan jangan nih orang punya
kelamin ganda dikarenakan amalnya kurang baik..’ apaaa coba.
Ternyata eh ternyata perkiraan gue salah, ternyata dia anak cowok yang sangat
trend banget, celana ke atas banget kayak orang mau nikahan, tapi nih orang ada
kelebihannya juga. Mukanya itu loh lumayan, *lumayan ancur wkwkwk..
Habis perkenalan
wali kelas gue juga gak mau kalah, bu leli pun menceritakan tentang keluarganya
yang punya peliharaan kucing yang dikawinkan silang dengan gajah rusia, dan dia
memberikan nama angel (sumpah mulut gue berbusa denger namanya..) pas dia mau
kawin gak jadi gara gara calmi *dibaca calon suami, udah punya anak tiga.
tragis.
Dan lagi berduka citanya itu, si Angel yang dikawinkan silang itu pun
melahirkan gak tau bapaknya siapa, dan bu leli pun membantu persalinan dengan
pengalaman yang dia punya, akhirnya pun dikeluarkan dengan besi berkarat, dan
yang pada akhirnya sang bayi pun tidak bisa diselamatkan, dikarenakan bukan
bayi yang keluar tapi darah yang muncrat kemana mana.. kita pun nangis.
Nb ^ibu leli
denger yah orang yang IQnya rendah sekali pun aja tau, GA ADA YANG MAU
NGELUARIN BAYI PAKE SENDOK, APA LAGI INI PAKE BESI, pikir dong bu… akghh mati
kelindes kereta bayi.
Mengenal Teman..
Selama seminggu
guru guru memperkenalkan nama kepada muridnya, anak muridnya gak mau kalah
dong, gue termasuk orang yang mau mencari teman dengan membabi buta, gue
kenalan sama teman sebangku gue namanya Nimade Widya Arisandi, pas gue inget
inget tuh nama, mmm kayaknya gue familiar benget deh dengan nama itu, gue inget
terus sampe otak gue pecah, ternyata eh ternyata dia tetangga gue dari kecil,
gila gak nyangka banget ternyata dia sama gue satu sekolahan ini seperti mimpi
friends.. (gue yang bego apa gue yang amnesia yah..)
Ya udah gue cari
target baru aja, aha dapat, namanya nikita syam ananda, pas gue teliti dia tuh
kayaknya tomboy, rambutnya pendek, sependek ucok baba, cuek, gila (maksudnya muka
ancur juga cuek aja..) and nama temen gue yang lain ada lulu tebing, dimas
back, krisna dihajar dewannegara, dan lain sebagainya.
Sudah kenalan
nama sama temen temen sekelas, tukeran biodata, tukeran cerita, tukeran muka,
tukeran otak, ya udah deh kita jadi akrab gitu…
Pas lagi
ngegosip seputar sekolah baru, tentang hantu sekolah yang sering banget nongol
di pojokan wc, yang konon katanya pula hantu ini nongol gak tau adat coz dia
pake beha di luar, ngikutin superman (kan kalau supermen kolornya di luar kalau
hantu ini behanya yang di luar)
“iya, kalau gue denger denger, tuh setan mati gara gara diperk*sa..” kata april
yang sering banget ngedenger berita beringas itu
“kok bisa
sih..?” panji pun ingin bunuh diri eh maksudnya mau tau banget.
“jadi dia itu bukan anak sekolahan ini melainkan anak kepala sekolah yang
dulu!”
“waaaooo..” sontak anak anak yang lain syok gitu..
“dia sering banget main ke sekolah ini, tapi kepala sekolah gak suka, soalnya
dia kalau pake baju seszi gitu, tali beha kemana mana, sampe tuh tali putus di
tengah jalan, dikirain dia gak ada orang, memang disitu sepi, terus dia
langsung mau naliin beha yang putus itu, tapi, takdir berkata lain. Ada orang
yang ngelihat adegan mengenaskan itu, otomatis jiwa kerangsangannya langsung
memuncak, si anak cewek dibawa ditarik paksa sama si anak cowok dengan dibekep
mulutnya, dan pasti kalian tau…” April pun mengehentikan story colongan ini,
sambil menatap di sekitarnya, teman gue pun jadi kebelet boker karena mulut si
april bau jamban belum disiram,
“diperk*sa dengan sadis..” dengan mentinggikan suara itu.
“hiii..”
“darah dimana mana, karena si cewek ngebrontak, jadi si cowok jedotin kepalanya
si cewek sampe pecah… dan si cowok gak berenti sampe situ, si cowok masih
membungbungi nafsu bir*hinya, sampe si cowok kecapean.. dan terakhir si cowok
membuka behanya si cewek terus ditaruh di luar baju…!”
“ohh gitu…” kata anak anak yang lain.
“dan kalian tau..?”
“apa, apa… apa..?”
“kalian tau?”
“iya apa, kebanyakan cincong dah..” kata gue kesel
“ini semua BOONG!!!! Wkwkkwk” si april pun ketawa sekencang kencang toa masjid…
“ha, ha,ha… kok kalian gak ketawa sih?” si april langsung ketakutan, karena
panji, dimas, gue dan yang lain megang granat satu satu, kecuali si lulu dia
megang nuklir sendiri karena di antara kita yang ngedenger dia yang paling
ketakutan sampai si lulu bawa dukun beranak untuk mengamati lulu supaya gak
diganggu si hantu beha.
“hehehe sorry..”
si april pun siap siap mengeluarkan burung gagak dari dalem k*ncutnya, tapi
niat itu diurungkan karena si dimas sudah pegang kepalan tangan si april..
“mau kemana lu!”
“ehh ehh kalian mau ngapain..!” april sudah mulai ketakutan karena dia sudah
mengeluarkan tomcat dari hidung.
Kita semua pun lirik lirikan, dan kita semua ketawa laknat..
“lu gue bakal kita jadiin HANTU BEHA YANG ELU CERITAIN..”
“ahhh TIDAAAKKK”..
Begitulah nasib april yang mati secara tidak tumbuhani maksud gue manusiawi…
Falling in
Love..
Tiga bulan
berlalu hari semakin cepat waktu terus berjalan begitu pula pertemanan yang
begitu erat (gila bahasanya.. berat euy)
Istirahat, saatnya menjual g*nja..
“alin main ramal-ramalan nyok..” si krisna berbicara.
“ramal ramalan? Ramalan apa? ramalan g*nja gue bakal abis hari ini, ogah ah”
kata gue karena gue gak mau g*nja gue sebagai ramalan yang tidak berguna,
karena cukup gue yang menderita jangan g*nja gue. Loh loh loh..
“bukan idiot, ramal jodoh”
“ouhhh gue ramal jodoh sama siapa, gue aja belum punya pacar..” kata gue bête,
“seterah lu sama siapa aja juga boleh”
“gak ah, kagak ada’ kata gue sewot, mentang mentang muka gue kayak luna maya,
memangnya gue punya pacar apa uhh, (alasan…)
“ahh kacau lu lin, eheheh panji elu mau main ramal ramalan gak, tapi elu harus
ada pasangannya..” si krisna pun cari target baru.
“nah gitu dong..” gue pun meletin lidah ke krisna.
“hmmm.. ya udah gue sama alin aja.” Dengan suara pelan tapi meyakinkan si panji
ngomong gitu, deg deg deg jantung gue mau copot dengernya.. karena gue menjaga
emansipasi kartini akhirnya gue putuskan..
“ogah ah..” gue
pun menghindar dari situ dan dengan sekuat tenaga gue lari sekencang kencangnya
melebihi kuda berlari (bayangkan..)
“asik dah si alin ciee ciee, boleh dia” kata krisna seneng banget ngelihat gue
sengsara.
Dan si panji hanya bisa terdiam dan menatap ke arah gue tanpa ada reaksi, kata gue
dalem hati ‘tuh panji gila apa, dia malah bengong kayak orang kesambet zombie
aja, akh’ stress gue.
“bodo, gue gak denger..” sambil goyang goyangin pantat gue berhenti di samping
pohon keramat.
“hos.. hos.. hos moga aja kejadian hari ini lewat begitu cepat, dan pohon besar
ini menjadi saksi gue untuk melupakan hari ini, amien” sambil mencium pohon
besar itu dengan suka cita.
Keesokan
harinya..
“hay hay my friends.. selamat pa-gi..” dengan terbata bata gue mengucapakan
kalimat itu, syok kaget depresi itu yang gue rasakan di pagi hari yang indah
nan sejuk ini.
“sumpah gue gak
terima, apa apaan sih, ih gak suka tau gue diginiin” dengan mengambil pengapus
di depan meja guru gue langsung ngehapus apa yang tertulis di papan tulis dan
kalian tau apa yang terpampang di sana ALIN LOPE PANJI what the hell.. kalau
bacaannya DANIEL RADCLIFFE SAYANG ALIN sih gak papa gue terima seikhlas
ikhlasnya nah ini makhluk alien yang ada ditulisan itu, hehe.
“sorry lin gue gak tau pas gue dateng juga ada tulisan itu” kata rina yang udah
panas dingin gue dateng, takut gue makan kali yah. hehe.
“parah banget yang nulis..” gue pun membanting tas yang tadi gue bawa, dan
ngelempar tas itu ke si rina, enggak deng.
“sabar lin, mungkin ini semua takdir yang telah allah kasih..” kata bu haji
jumi, hadeeh.
“enak aja gue gak terima” dengan makan meja peke saos.
Gue pun hanya cemberut sedangkan mereka berdua yang ada di kelas hanya
mematahkan kepala masing masing eh bukan geleng geleng kepala deh,
“hay alin, what’s wrong with you..” madhe sok bule.
“au ah..” si madhe pun nanya nanya ke semua penjuru kota kenapa gue cembetut,
“oh gitu..” madhe ngangguk ngangguk mendengar penjelasan jumi, gue yakin dia
pasti dikasih dalil.
“yaelah lin, gitu doang gak usah dipikirin mungkin ini memang jalan yang terbaik..”
“tapi kan gue gak bisa ter…”
“udah jangan gitu, lu mau tau gak yang nulis kaya gitu siapa?” madhe memberikan
tanda Tanya besar.
“siapa..?” kata gue sok gak bersemangat.
“panji sendiri..!”
“what, are you sure..?”
“yes”
“kok bisa?”
“I don’t know, mungkin dia suka sama lu.” Kata madhe sotoy’nya mulai ke luar.
“eh gak mungkin panji kan lumayan cakep, nah gue” kata gue bukan kata loe.
Gue pun
memikirkan apa yang dikatakan madhe, apa mugkin seorang panji anak guru sejarah
setiap bapaknya ingin melanjutkan pelajaran selalu berkata AYO KITA K*NCUTKAN,
mmm…
Dan kejadian di
pagi ini gue anggap selesai gue anggap hanya kucing bertelur dan bulu hidung
sepanjang rambut, gue ikhlas ridho (boong tuh boong) gue gak bakal lupain ini
semua.. (jiaaahaa sama aja kolor.)
Cerita Pendek 5 :
Kita
adalah sahabat
Teet.. Teet..
Teeet.. Bunyi bel sekolah tanda untuk masuk kelas. Vyo, vina dan yani memasuki
kelas
“vyo, si udik kemana, kok gak keliatan dari tadi?” kata vina sambil melihat
seisi kelas
“gak tau, tanya aja sama sahabatnya. Tuh.. Si yani.” kta vyo sambil menunjuk
yani
“aku juga gak tau, sakit mungkin” sahut yani
“Ssst.. Mr. kasir dateng” kata vina
Semua siswa
tenang mendengarkan Mr. kasir, selain vyo vina, iqbal dan rangga, yaa.. Mungkin
kami sedikiit nakal
Selang beberapa menit kemudian ada suara yang memecah keheningan
“maaf mister, saya terlambat, saya bangun kesiangan” kata aisah memelas
“ya sudah.. Letakan tas kamu di meja lalu berdiri satu kaki di depan kelas
sampai jam pelajaran saya habis” kata Mr. kasir seenaknya
“yaah.. Gak bisa dinego ya pak?” tanya aisah
“nego nego!” Hentak Mr. kasir
“iya iya pak!” aisah pun menyerah
“udah udik,
alay, pemalas lagi. Aduh, pake hidup segala” celoteh vyo
“dasar udik” sahut rendra
“udik dipelihara” fernanda pun ikut menyaut
semua menertawakan aisah dan menyorakinya
“Sudah! Diam semua. Apa mau ikut dihukum?” Kata Mr. kasir
Detik demi detik
berlalu jam Mr. kasir pun berakhir, Aisah langsung diserbu anak-anak sekelas
menggunakan sampah yang dilemparkan ke mukanya, dan saat itu pula aisah berlari
ke kamar mandi, mungkin dia menangis. Penyebabnya dia dimusuhi adalah karena
dia merusak kelas saat semua anak di kelas menghias dan membersihkannya dengan
susah payah, dia kotori dengan sepatunya yang kotor karena menginjak lumpur
saat berangkat sekolah, dan akhirnya kelas IX B tidak jadi juara kelas
“yaah.. Beraninya lari, dasar pecundang!” Ejek vyo
Vyo dan vina
pergi ke aula untuk mencari tau tugas yang diberikan pak sumardi guru bahasa
Indonesia
“eh.. Ada si udik disini” kata vyo sambil menunjuk aisah
“iya, udik udiik.. Huh, udah kayak kuman kamu, bawa sial!” cemooh vina
Vyo dan vina pun
kembali ke kelas karna guru yang seharusnya mengajar tidak ada, suasana kelas
sangat ricuh dan ramai tapi disitu tidak ada aisah..
Keesokan harinya
Sebelum masuk kelas sudah kebiasaan anak satu kelas nongkrong di kantin, walau
hanya sekedar ngerumpi. Bel kelas berbunyi kami semua memasuki kelas, tapi, ada
sesuatu yang berbeda, saat kami sampai di dalam kelas. Sangat bersih dan
indah.. Kami menemukan tulisan di board:
“kawan, maafkan
aku.. Hari itu memang kesalahanku. Tapi, itu belum penilaian terakhir, hari
inilah penilaian terakhir, aku sengaja sebelum pulang sekolah mempersiapkan ini
semua.. Ku mohon kalian bisa memaafkan ku”
tertanda: aisah
Lantas kami pun
tercengang melihat tulisan itu, kami sepakat untuk memaafkan aisah, saat aisah
masuk kelas semua tersenyum padanya
“good job!” puji
bowo
“elo nggak ngecewain kita!” tandas udin
“aisah! Loe emang nggak kuman!” kata vyo dan aisah
Saat pak.
sumarno mengumumkan juara kelas, semua terdiam dan tenang
“juara kelas umum adalaah.. Sembilaan B”
“Yeee…” Semua
bersorak sorai dan untuk merayakannya kami anak IX B makan makan di mall
ternama di kota kami
Cerita pendek 6 :
Sendiri itu sangalah tidak menyenangkan
Namaku Tiara.
Biasanya aku selalu bersama temanku. Tapi aku membuat satu kesalahan yang tak
bisa dimaafkan mereka.
Mutia, musuhku, membuatku merobek data untuk acara Pensi sampai benar-benar
tinggal serpihan. Lalu Mutia menuduhku yang merobeknya ke sahabatku, Ana, Widya
dan Sarah. Aku tak bisa mengelak karena memang aku yang merobeknya. Tapi jika
ku katakan Mutia yang menyuruhku, mereka tidak akan percaya karena Mutia adalah
ketua geng mereka, sedangkan aku hanya ikut Ana ke geng mereka dan Mutia itu
gak suka padaku dan berusaha mengeluarkan aku dari gengnya.
Oke Mutia, apa
kamu sudah puas? Melihatku sendiri di sini? Tanpa ada yang menemaniku. Mungkin
jika aku pergi, kau akan lebih bahagia lagi. Memang, aku akan pergi dari
hidupmu. Aku mengidap kanker kronis dan umurku tinggal 1 minggu lagi dan
sekarang aku sedang ada di rumah sakit.
6 hari sudah
berlalu, aku ingin bertemu dengan Ana, Widya, Sarah dan Mutia. Aku ingin minta
maaf pada mereka dan ku katakan keinginanku pada ibuku. 30 menit kemudian, Ana,
Widya, Sarah dan Mutia sudah datang. Aku pun langsung minta maaf pada mereka.
Ternyata, kata Ana, Mutia sudah mengatakan bahwa ia yang menyuruhku merobek
kertas itu. Dan napasku mulai tersengal-sengal dan aku tidak ingat apa-apa
lagi. Yang terakhir ku dengar suara tangisan yang makin terisak-isak dan Mutia
yang mengatakan “Selamat jalan Tiara. Aku mencintamu.”
Cerita pendek 7 :
Cinta
segitiga
Beberapa hari
yang lalu aku baru saja menjomblo lagi, dan belum bisa move on dari mantan ku
itu. Oh iya perkenalkan namaku Ivana, dan mantanku bernama Nicolas. Aku bingung
mengapa setelah aku putus dari Nicolas, aku susah sekali melupakannya dan
menerima cowok lain di hatiku ini. Dan ketika aku mulai menyukai seseorang
yaitu kakak kelasku sendiri yang bernama Ryan. Aku amat senang sekali, karena
aku bisa melupakan dan mendapatkan pengganti Nicolas. Lalu aku mencoba
mendekati teman dekatnya Ryan, yaitu Riko aku curhat ke dia kalau aku menyukai
Ryan. Dan aku juga curhat ke Feby teman dekat Ryan juga sekaligus mantan sih.
Lalu ketika
istirahat mendadak ka Feby dan ka Riko mendatangi Ryan yang sedang di kelas dan
berlari dan berteriak “Ryan… Ryan..” lalu Ryan menjawab “Ada apaan sih? rame
banget?” lalu ka Feby bilang ke Ryan “ada yang suka sama lo yan” lalu kata Ryan
“Hah? siapa? gua mau pacaran ntar aja ah kelas 2 SMK!” kata ka Feby “tuh si
Ivana anak kelas 8″ lalu ka Riko menyambung “iya tuh si Ivana suka sama lu,
kasian tau kalau waiting terus” lalu kata Ryan “tapi gue maunya ntar aja kelas
2 SMK baru pacaran lagi” lalu kata ka Feby dan ka Riko “Ya udah deh terserah
lu”
Dan ketika hari
sabtu, aku curhat berduaan sama ka Feby. Lalu bell pulang sekolah pun berbunyi
*teet* Ryan pun mengeluarkan motor dari parkiran, di hadapanku dia bermuka kaku
tetapi ketika melihat ka Feby dia tersenyum. Dan ketika Ryan sudah pulang
dengan ka Riko disitu aku belum pulang dengan kak Feby. Dan kak Ana pun teman
dekat Ryan juga, seperti ingin bicara sesuatu kepada kak Feby. lalu kak Feby
meninggalkan aku sebentar dan pergi ke kak Ana. lalu kak Ana bilang kalau Ryan
itu suka sama kak Feby lagi, lalu kak Feby balik ke aku lagi. tetapi kak Feby
bilang kalau kak Feby tidak dikasih tau apapun sama kak Ana.
Singkat cerita,
beberapa hari kemudian kak Feby ditembak sama Ryan di belakang sekolah, memang
menyakitkan, tetapi Cinta memang gak bisa dipaksain!, aku mencoba tegar dan
melupakan Ryan, dan sekarang pun aku sudah mendapatkan penggantinya, Thanks God
Cerita
Pendek 8 :
Pemuda dan belatinya
Pada musim yang
tak menentu, terlihat seorang pemuda pengelana waktu yang selalu ditemani
dengan gitar antiknya. Berkelana menyusuri tiap jengkal cahaya semesta, tiap
bait langkah yang terinjak meninggalkan beribu pertanyaan yang tak terjawab.
Kemudian ia
bersandar pada dinding pohon rindang di teriknya siang. Ditemani dengan sapaan
angin dan burung-burung yang menari di atas ranting. Terhelap kemudian
terhanyut dalam mimpi sekejap, mimpi-mimpi para belati yang mencoba menari di
tepian api.
Tak lama ia pun
terbangun dengan penuh kejut. Mimpi sesaat yang tak akan pernah mungkin dilupakan
olehnya. Langkahnya pun kembali dilanjutkan, menyelusuri jembatan-jembatan
renta, sungai-sungai berbatu dan tebing-tebing curam yang tak bertuan.
Rasa lelah
terkadang datang bertamu, namun tak ada tempat yang cukup nyaman untuk
bersinggah. Menahan kelalahan dengan senyum dan tawa kepahitan. Di tengah
perjalanan, ia menemukan sebuah danau yang membuahkan air jernih. Di tepian ia
beristirahat untuk melepas rasa lelah.
Dengan gitar
antiknya ia mulai menarikan jari-jari di tipisnya senar-senar yang tersusun
dengan indah. Menikmati suasana alam yang begitu indah, tertawa dan tersenyum
mengingat begitu banyak hantaman-hantaman semesta yang tak pernah diduga.
Matahari pun
mulai surut. Dengan bermodalkan tenda yang dibuat dari ranting-ranting pohon,
ia tertidur lelap di sunyinya malam.
Cahaya pagi
telah menyinar, mata kantuknya terbuka lebar. Merenung sesaat karena kembali
telah mengingat semua alur yang telah dilaluinya. Kemudian ia kembali
melanjutkan perjalanannya.. kini ia tahu, bahwa setiap detik yang berputar
adalah sebuah misteri, ya.. misteri dari kehidupan yang datang tanpa kata sapa.
Apapun itu.. itulah jawaban… jawaban dari sebuah misteri yang selalu ia tunggu.
Cerita pendek 9 :
Penyesalan 5 anak manusia
Di sebuah daerah
bernama desa Mori-mori yang dikelilingi sungai-sungai panjang nan luas dan
daratan yang hanya separuhnya hiduplah sekelompok anak yang berteman. Mereka
adalah Adi, Dodi, Nina dan Roni. Mereka selalu berangkat sekolah menaiki perahu
kayuh menuju sekolahnya yang berada Di desa sebelah yang bernama Mora. Mereka
anak usia 8 tahun.
Perjuangan
mereka untuk ke sekolah dengan jarak rumah yang sangat jauh harus diacungi
jempol. Mereka berangkat sekolah selalu bangun pagi sekali.
Suatu ketika
salah satu dari mereka yang bernama Adi berkata “Teman-teman aku penasaran
banget apa sebenarnya pekerjaan ayah dan ibu kita” (sambil mengangkat jari
telunjuk). Teman-temannya yang mendengar Adi berkata hanya mengangguk saja
tanda mengerti.
Keesokannya Adi
dan teman-teman saat istirahat mereka menghambur hamburkan uang dengan jajan
banyak dan buang sampah sembarangan. Ketika mereka pulang perahu yang mereka
naiki terbawa arus. Mereka sangat ketakutan, saking ketakutannya mereka
memegangi sisi perahu dengan kuat. Akhirnya perahu mereka terdampar di sisi sungai
yang memiliki hutan dan entah apa daerahnya. Salah satu dari mereka yang serba
ingin tahu yaitu Adi berjalan menyusuri hutan dan teman-temannya mengikuti Adi.
Saat Adi
melewati hutan dia melihat dari celah-celah pohon di sungai. Dia melihat banyak
sekali sekumpulan orang tua yang berkumpul disana. Karena sikap ingin tahunya
muncul Adi menerobos celah pohon dan teman-temannya yang lain mengikuti Adi
menerobos celah pohon
Mereka
tercengang sekaligus menatap sedih mereka melihat Orangtua mereka memulung sampah
di sungai dengan penampilan basah dan kotor. Tanpa disadari Orangtua Mereka pun
menatap ke arahnya sambil tersenyum.
Sejak kejadian
itu Adi, Nina, Dodi dan Roni berjanji tidak akan menghambur-hamburkan uang dan
tidak akan membuang sampah sembarangan.
Cerita pendek 10 :
Arti makna sebuah kehidupan
Awal cerita
berawal dari seorang anak yang merantau ke negri orang dimana dia dulunya
adalah seorang anak yang dimanjakan oleh kedua orang tuanya yang bernama JANUR.
Anak ini mencari pekerjaan di kota metropolitan. Dimana dia diterima bekerja di
sebuah kantor sebagai O.B .3 tahun lamanya janur bekerja dia mulai berpikir
bahwa pekerjaan yang ia jalani tak sesuai dengan pendidikanya. Dia berkata”
kenapa aku bekerja sebagai O.B padahal aku lulusan dari SMK OTOMOTIF apakah ini
yang di maksud jalan takdir” ucap janur dalam hatinya.
Lama kelamaan ia
menghayal dalam pikiranya dalam hayanlannya itulah dia membayangkan masa masa
yang indah dimana dia dulu sering dimanja oleh kedua orang tuanya bahkan di
sering melwan dan menolak bila ia di suruh kedua orang tuanya. Dan ia pun
berkta “ ya allah maafkan aku atas perbuatan ku yang dulu yang selalu aku
lakukan kepada kedua orang tuaku., kini aku menyadari betapa berharganya mereka
untukku” ucap janur. Dan ia pun sontak meneteskan airmatanya ke lantai. “
sambil memukulkan kepalanya ke tembok hingga berdarah”, ketika saat itu ia
terbirit birit untuk minta ijin pulang ke desa kepada atasannya.
Saat itulah dia
langsung berangkat ke terminal untuk mencari bis untuk pulang kedesa, beberapa
lama jam kemudian di sampai ke tempat desanya tinggal, tapi sayangnya kedua
orang tuanya tidak ada di rumah. Lalu ia pun bertanya kepada tetangga di
sebelah rumah” maaf bang liat kdeua oarang tua saya tidak?” ucap janur. Dan si
abangnya pun menjawab” oh ia.. ibu sama bapak kamu lagi ada di sawah” dan janur
pun menjawab” oh ia bang terima kasih”.
Dan janur pun
langsung bergegas menyusul kedua orang tuanya ke sawah. Setelah bertemu kedua
orang tuanya ia pun bersujud dan menangis.” Oh ibu oh ayah.. ampuni anakmu ini
yang telah banyak berbuat dosa kepada kalian semua” ucap janur
” memangnya ada
apa nak?” ucap ibunya
“ aku tlah banyak berbuat dosa pada kalian semua, maafkanlah anak mu ini” ucap
janur,
“ tlah lama kami sudah memaafkan kesalahanmu semua” ucap ibunya
Tersentak janurpun menangis dihadapan kedua orang tuanya.
Disaat itulah kesuka dukaan itu pun terjadi.